Showing posts with label Knowledge. Show all posts
Showing posts with label Knowledge. Show all posts

Thursday, October 28, 2010

PERAWATAN IKAN CUPANG BONGSOR SECARA ALAMI (All in)

disadur dari seorang teman (Betta Klinik), thanks atas share pengetahuannya

Khusus buat para teman - teman pecinta jenis cupang Bongsor (Extra Large), kali ini saya akan membuka bagi pengalaman tentang bagai mana membuat ikan menjadi bongsor, atau yang memang jenis bahan dasar nya asli dari gender bongsor.



Hal yang pertama kali kita lakukan Ialah dengan menyediakan Kolam Out door Ber Ukuran:



* LEBAR 45cm, 49cm PANJANG & 27cm TINGGI KOLAM (maksimal).

* LEBAR 32cm, 49cm PANJANG & 27ccm TINGGI KOLAM (minimal).

& Sebaik nya Kolam tersebut memiliki pembuangan Pipa di pinggir Kolam agar nanti nya apa bila hujan datang Air kolam tidak meluap keluar



komposisi Unsur Hara di dalam Kolam Outdoor:


* Daun Kiray / Nipah yang sudah kering coklat tua, Arang Kayu, sebagai bahan Hara Penjernih, Penetral Air secara Alami untuk jangka panjang.

* Pohon Eceng Gondok, Kiambang Teratai, se jenis nya sebagai perlindungan Berteduh dari sengatan Matahari & Curah Hujan serta perangsang pembuatan sarang bagi Ikan Cupang tersebut.

* jika bahan komposisi Hara tersebut sulit di dapat kan maka dapat di ganti dengan jenis Daun Ketapang beberapa lembar yang telah di bersihkan lalu dapat di taruh Langsung ke dalam Kolam tersebut.


Langkah Awal:



* Masukan Ikan yang baru di beli beserta Air nya ke dalam Kolam tersebut.

* Bersihkan kolam sebelum Ikan di masukan lalu ke esokan hari nya Ikan baru dapat di masukan.

* Diamkan selama masa waktu kurang lebih 2 Minggu an.

* Tambahkan seper empat Sendok Kecil Garam Dapur yang Ber Yodium.

* Ketingian Air Maksimum Sekitar 19/20cm.



Pola pakan:




* Hari Pertama> Cuk Hitam pagi & sore

* Hari ke Dua> Cuk merah Hidup atau cacing sutra pagi & sore

* Hari ke Tiga> Cuk Hitam pagi hari, Cacing Sutra atau Cuk Merah Hidup yang segar pada sore hari nya

* Hari ke Empat> Cacing sutra atau cuk Merah hidup pagi & sore hari nya.

* Hari ke Lima> Cuk Hitam pagi hari, Cacing sutra atau cuk merah hidup yang segar pada sore hari nya

* Hari ke Enam> Cacing sutra atau cuk Merah hidup pagi & sore hari nya.

* Hari ke Tujuh> Cuk Hitam pagi hari, Cacing sutra atau Cuk Merah hidup yang segar pada sore hari nya

* Dan seterus nya,...

Sebaik nya dapat pula di mix dengan jenis pakan pellet udang ber butir kecil dengan MERK "SUPER FIT" atau MERK PELLET UDANG lain nya sebanyak sekitar 5 s/d 10 butir saja jangan lebih hal ini di berikan ketika pakanan Alami sedang sulit di temukan & untuk pemberian Pakan cukup sehari dua kali saja namun jika untuk Pellet jika ketika kita ingin memberikan nya kembali pada sore (hari nya), masih ada tersisa Pellet sebelum nya yang kita kasih di tempat nya maka tidak perlu di berikan lagi / kembali, biarkan saja tidak perlu di beri pakan lagi sampai ke esokan sore hari nya, kecuali kita akan memberikan jenis Pakan Alami pada sore hari nya baru boleh lah di berikan kembali & silahkan saja.



Takeran Pakan: PEMBERIAN.

* Cukup dua hari sekali saja pagi & sore hari.

* Untuk Cacing Sutra berikan seperempat ujung kelingking jari dewasa saja

* Untuk Cuk Hitam & Cuk Merah Hidup Non (BW) yang berjenis baik, berikan sekitar 20 s/d 30 jenik ekor saja namun jika Cuk Hitam ber ukuran Baby halus bisa di berikan sebanyak 50 ekor jentik, lebih.

* Untuk Pellet Udang 10 butir saja pada pagi atau sore hari nya jangan lebih kecuali memang ikan tersebut memang suka & lahap bisa di berikan sekitar 15 butir kecil saja Cukup.

Proses Rawatan Kolam Oudoor ini biarkan berlangsung selama minimal kurang lebih Dua Mingguan saja setelah itu baru lah Ikan dapat di pindah ke ukuran Aquarium: (Panjang 31cm. Lebar 18cm. Tinggi24cm), lalu setelah Ikan di masukan ke dalam Aquarium tersebut lakukan proses penyedotan 2 hari sekali & seterus nya tambah Air baru & Air (Daun) Saringan Ketapang jika cuaca mulai Dingin jika tidak pun tidak apa - apa, serta lakukan proses penjemuran di pagi / siang hari nya setelah Aquarium Ikan di sedot & di tambah Air endapan (Mineral) baru, selama 20 menit saja.



Selanjut nya Ikan dapat di latih rawat intip kanan kiri atau samping depan & belakang, serta untuk penyortiran Kualitas selanjut nya.



ALASAN, LATAR BELAKANG SECARA FAKTA: HASIL.



* Ikan yang di biarkan rawat di Kolam akan memiliki ke Unggulan lebih Bugar dari pada yang di Rawat di Media Aquarium, Toples & Wadah sejenis nya, karena secara Otomatis Ikan tersebut akan mengalami proses Alami yang secara langsung di rasakan oleh Ikan tersebut, di mana di saat Hujan & sorotan Matahari datang, Ikan tersebut akan merasakan nya.


* Di tambah pola pakan nya yang sangat Se imbang & Cukup tidak berlebihan hanya cukup pagi & sore hari saja, maka Ikan akan tumbuh secara Alami tanpa ada paksaan apapun & biasa nya Ikan akan terus terlihat Bugar Agresif.



* Semakin lama Ikan di Kolam tersebut maka makin baik pula pertumbuhan nya & untuk penyi pon nan (penyedotan) Air kolam gunakan selang yang ber ukuran besar lalu buang sekira nya endapan - endapan daun yang sudah kadarluarsa di dasar kolam Ikan tersebut, sedot Air s/d setengah ketinggian Air kolam tersebut kisaran 10cm ran saja, lalu tambahkan perlahan dengan Air baru endapan sekitar 10 cm ran kembali,. serta di cek pula apa bila ada tanaman air yang sudah membusuk segera di buang namun jika masih bagus biarkan terus di kolam.


* Setiap memasukan Air baru ke dalam Media Ikan apapun jenis yang di gunakan nya wajib lah di saring dengan jenis saringan kotak yang berbahan Halus guna nya agar oksigen Air baru yang di tuang dapat terpecah Oksigen nya secara merata (baik) juga pasti nya dapat meminimalis kotoran Air yang tidak perlu masuk kedalam tempat media Ikan yang di gunakan nya.

* Maka dalam kurun waktu satu bulan kurang lebih, apa pun jenis ikan nya Regular maupun jenis asli Giant, Ikan akan nampak bugar, Bongsor (Extra Large) mungkin bahasa awam nya JUMBO!! & JANGAN KHAWATIR IKAN BAKAL NGE GEREPES RUSAK SIRIP EKOR (DORSAL & FIN) NYA, NAMUN JIKA MASIH TERJADI DEMIKIAN MAKA IKAN TERSEBUT LAH YANG MEMILIKI BAKAT RAPUH PADA BAGIAN YANG RUSAK NYA, & BISA JADI IKAN TERSEBUT TERKENA VELVET NAMUN DAPAT LAH DI PASTIKAN 99 % HASIL NYA IKAN TETAP MULUS, BONGSOR & BUGAR.


Nilai Investasi:



sebenar nya Relatif bisa di katakan Murah atau Mahal balik lagi kepada kemampuan pemelihara Cupang itu sendiri karena di pastikan perlu nya lahan yang Cukup Besar & Aman dari gangguan Tangan - tangan jahil serta gangguan Hewan peliharaan lain nya karena letak nya di Outdoor di mana sudah dapat di pastikan sebaik nya tempat tersebut di jamin aman,. serta Kolam tersebut Nanti nya juga dapat di gunakan untuk Pengobatan Ikan - Ikan yang sakit dari tempat Indoor karena jika Ikan sakit di tempatkan di Kolam tersebut biasanya dapat Pula cepat sembuh nya selama Ikan tersebut memiliki daya tahan tubuh yang baik pula, bahkan tidak perlu di beri Obat - Obatan apa pun kecuali Busung (Kembung) dapat di taburkan Pencahar langsung ke Kolam tersebut, karena unsur Kolam telah terbukti 90% dapat Menuntas kan segala macam penyakit Ikan Cupang,. namun pula harus lah di perhatikan Komposisi Pakan nya jika Ikan sedang mengalami Sakit jangan di beri pakan Macam - Macam selain Cuk Hitam Se Cukup nya saja.


* Selain itu Kolam - Kolam tersebut dapat pula nanti nya sebagai tempat pemijahan, (pembesaran), secara Minimalis s/d Umur 1 bulan nan setelah itu Burayak Dapat di pindah ke tempat yang lebih Besar lagi.


* jadi dapat di pastikan Kolam - Kolam tersebut baik secara Multi Fungsi,. bahkan jika untuk jenis Aduan pun bisa dengan Cara:


Setelah Rawat Putar sekian hari maka Ikan Cupang Jenis Aduan dapat di pindah ke dalam Kolam tersebut selama 3 hari saja setelah itu angkat Istirahat kan beberapa hari lalu Ikan siap di Adu.


Hasil: Ikan Bugar & Agresif namun pola jenis pakan nya tidak boleh dengan cacing sutra, cuk merah hidup pun hanya buat selingan 1 minggu satu kali saja.

* Maka Kolam dapat di buat sesuai kemampuan Biaya yang Anda miliki secara Estimasi nya dapat lah di perhitungkan secara pribadi dengan Bahan Dasar, Semen, Batu Bata & Pipa untuk Saluran Pembuangan Air nya.


Perhatian:


Cara Method perawatan Kolam ini belum dapat di Aplikasikan terhadap jenis Cupang Hias Ekor Lebar seperti HALFMOON & SERIT karena saya pribadi belum mencoba nya,. namun jika untuk kategori PLAKAT REGULAR, GIANT, ADUAN SERTA WILD BETTA, METHOD RAWATAN KOLAM ADALAH YANG TERBAIK!!. Sebelum nanti nya Ikan di pindah ke Aquarium untuk di Display.


Demikian Catatan saya kali ini Khusus nya buat Para Penggemar Ikan Cupang Ber ukuran Bongsor.



Terima kasih semoga Bermanfaat & Selamat Mencoba.

Knowledge is not mine and never be mine, it belongs to everyone who had will to have and spread it

Friday, May 7, 2010

Betta Klinik said: berkomunikasi dengan cupang.

Jika antar sesama manusia atau hewan darat lainnya dapat ber interaksi & berkomunikasi melalui percakapan, suara & isyarat, maka jika di ikan cupang pun sebenar nya ada juga namun yang perlu kita cermati ialah:

bahasa tubuh & prilaku nya, jika kita sangat memahami nya maka kita akan selalu tau apa - apa saja yang di inginkan oleh ikan cupang peliharaan kita tersebut,.

ada pun bahasa tubuh & prilaku ikan cupang yang harus kita pahami ialah:

A. jika ikan di saat sedang berada di tempat nya, seperti:

jantur, aquarium, toples, atau di tempat yang memang bisa di kategorikan luas bagi ikan cupang, lalu ia bergerak ke atas, bawah, kanan & kiri dengan berlari - lari sendiri tanpa ada nya lawan maupun ikan lainnya, maka ikan tersebut bisa jadi sedang merespon bayangan diri nya sendiri, sambil juga merelaksasikan otot - otot nya, sekaligus penjelajahan tempat wilayah ia ber ada.

psychology ikan: sangat sehat & riang gembira.

B. jika ikan senang diam di bawah dasar tempat ia ber ada lalu ia tidak menggerakan sirip ingsang nya benar - benar diam, namun semua sirip ekor nya melebar atau aga mekar & agak miring sedikit, maka ikan tersebut sedang tertidur (bobo).

psychology ikan: sangat sehat & tertidur pulas.

C. ketika ikan setiap sekat pembuka nya di buka (tayang kan) dengan lawan jantan selalu lari -larian, sambil terkadang meliuk - liuk, ingin membikin busa, dengan posisi ekor di bawah (semi kuda laut), & terjadi lebih dari 5 menit tidak galak - galak maka ikan tersebut di nyatakan soubu berat.

psychology ikan: sedang ingin kawin (birahi tinggi).

D. jika ikan sering loncat - loncat ke permukaan air tempat ia tinggal nya, maka sebaik nya tempat ikan tersebut jangan lah di tutup & biar kanlah dalam keadaan terbuka dengan jarak renggang sekat yang agak jauh dengan lawan atau di taruh sendiri tanpa ada sesuatu di sekeliling nya maupun sekat penutup namun hal tersebut akan hilang sendirinya hanya kepanikan sesaat saja maka posisi air pun janganlah terlalu tinggi karena di khawatirkan ikan tersebut dapat loncat ke atas permukaan.

psychology ikan: ke panikan sesaat di tempat yang baru.

E. ikan selalu diam di atas (kuncup) jalan nya sempoyongan tidak stabil terkadang ikan suka menabrak nabrakan diri nya ke kaca aquarium, toples, tempat tinggal nya ia ber ada, seperti memoles - moles kencang maupun pelan.

psychology ikan: positif sedang merasakan sakit ada yang di rasa, karena adanya ke tidak nyamanan maka dengan cara memoles - moles tersebut ikan sedang menggaruk atau ingin mengeluar kan yang tidak enak di dalam badan (sisik) nya.

F. jika ikan suka meliuk - meliuk dengan menguncup kan badan nya lalu bergerak seperti ular, maka ikan tersebut sedang memasuki masa soubu nya.

psychology ikan: ikan baru masuk masa puber nya, pertambahan umur jika dalam waktu seminggu atau satu bulan ikan tersebut melakukan hal tersebut ber ulang - ulang sampai dua tiga kali sebaiknya ikan tersebut akan memasuki masa soubu berat dengan rentan masa yang panjang.

G. ikan selalu rajin bikin busa, ikan tersebut belum tentu soubu berat namun ikan tersebut sedang membuat sarang / busa yang menggumpal atau, wilayah kekuasaan nya (rumah) sebagai tanda bahwa ikan tersebut sudah cukup dewasa mampu mempertahan kan wilayah nya.

psychology ikan: sangat sehat, & type jantan seperti ini type jantan jika di kawinkan nanti nya akan siap mengasuh anak - anak nya.

H. jika ikan belum di beri pakan atau sedikit beraktifitas namun sering mengembang kempiskan labirin kedok nya seprti engap - ngappan dalam waktu jangka lebih dari satu minggu maka ikan tersebut mengalami positif gangguan pernapasan.

psychology ikan: sedang mengalami gangguan lendir pernafasan labirin.

I. ikan selalu mengambil nafas dengan cara menyentak - nyentak & dalam mengambil nafas bisa berkali - kali, & jika berjalan ikan selalu agak sedikit berat kebelakang sambil menyentak.

psychology ikan: ada nya gangguan (gejala) pencernaan (semi soucek) jika di lihat sisik nya belum positif mekar (bangun).

*demikian kurang lebih nya beberapa bahasa tubuh & prilaku pada ikan cupang yang harus kita sikapi dengan bijak, sehingga kita tidak menduga - duga dengan perkiraan yang keliru lagi, semoga catatan klinik kali ini dapat membantu untuk kedepannya bagaimana kita harus tetap memahami apa yang sedang di rasakan oleh ikan cupang kesayangan kita serta solusi nya untuk menghadapi pelbagai kasus serius lainnya.

terima kasih salam klinik & sukses, BERKOMUNIKASI DENGAN CUPANG.
source: http://www.facebook.com/notes/betta-klinik/berkomunikasi-dengan-cupang/416202471702
Knowledge is not mine and never be mine, it belongs to everyone who had will to have and spread it

Monday, April 19, 2010

Cara Termudah Membuat Pencatatan Perkawinan Ikan Cupang

Gue orang yang punya banyak kekurangan, salah satunya adalah sifat pelupa. Udah gak keitung lupa apa aja. kadang lupa bawa dompet, lupa bawa duit, lupa kerjaan... banyak dah.

Tapi untuk hobi baru gue ini, ada sedikit perubahan terjadi. disamping banyak juga masukan dari teman-teman sesama pecinta Cupang.

Gue mulai catetin tuh contekan yang gue dapet secara serabutan. Mulai dari catetan tentang Genetika, Air, Penyakit... sampe yang terakhir bikin pencatatan line dan spawn log (breeding).

Untuk mempermudah ingatan ada satu metode yang gue anggap paling mujarab dalam melakukan pencatatan perkawinan (pembiakan cupang). Gue melakukan pembiakan disesuaikan dengan jadwal kontes (baik regional, maupun Nasional), yah minimum kontes yang sekitaran pulau Jawa aja. kalo gak ada, baru tanggal kontes di daerah lain yang jadi acuan.

caranya mudah:
Penamaan lubuk, gue pake kode
DEPOK ABC 1 - n,
BEKASI 1-n,
FATMAWATI LG 1-n,
CIPUTAT 1-n, sampe terakhir
PENINGGILAN APR 1-n.

toh kalo gue lupa, tinggal calling temen2, tentang pelaksanaan waktu kontes

ini juga gue lakukan setiap ada ikan baru (beli or dikasih)

contoh:
EL CT00015 :
Kode, JAYA 5. jenis: Platinum CT. Age: 5 Months, Size: 5 cm. Date: H-7 FATMAWATI LG dan seterusnya.

Tar pas ngawinin enak juga itung2an umurnye, dan kodefikasinya

contoh:
Lubuk CIPUTAT 1

PK 1 pairs: (JAYA 1) Blue Marble Male (size, age) X (AMAN 1) Red Dragon Female (sex age), experimen No: 9, P0 (Parental)

artinya:
ikan cowok yang gue dapet dari Jaya gue kawinin sama ikan cewe dari aman. status mereka dalam line adalah parental.

Lubuk CIPUTAT 2
HM Pairs 2: (Nino 1) Black Copper Male (5,5 cm, 6 months) X (Deddy 1) Abu (Steel Blue) Female (5cm, nn) Experimen No. 10 (Parental)

Ikan Cowok gue lupa dari mana, cewek dikasih Deddy. Parental dan dikawinin pas kontes ciputat.

Beberapa teman menyarankan melakukan pencatatan reguler untuk semua ikan gue. menyenangkan memang.


terus gimana cara anda?

Knowledge is not mine and never be mine, it belongs to everyone who had will to have and spread it

Menjelang 1 Tahun BMII: Slipi dalam Sejarah (Bagian 1)

Slipi, daerah yang kini diidentikkan dan sering diplesetkan berasal dari kata “sleepy” yang berarti ngantuk. Bagaimana tidak? Bentuk bidang jalan yang lurus dan panjang kerap membuat para pengguna kendaraan mengantuk, ditambah situasi jalan yang padat dan tak pernah luput dari kemacetan kota. Jumlah kecelakaan-pun bisa dibilang tidak sedikit. Tapi dibalik itu semua, ternyata Slipi menyimpan sejumlah kisah dan sejarah bangsa Indonesia.

Beberapa saat kedepan daerah ini akan menjadi bagian dari sejarah bangkitnya dunia ikan hias, khususnya Ikan Cupang (Betta splendens, Regan 1910). Berikut ini adalah beberapa data dan fakta sejarah yang berhasil dihimpun oleh pewarta indipenden dan sukarela tentang Slipi.

Slipi Djaman Doeloe Kala (Era Kolonial Inggris dan Belanda)

Semenjak pendudukan kolonial Inggris, Slipi sudah terkenal sebagai salah satu pusat niaga di Batavia. Mulai dari saudagar Arab dan Tionghoa, sampai pelaut nusantara dari Batak dan Bugis selalu menyempatkan untuk singgah dan berniaga ke tempat ini, menjajakan komoditas khas dari wilayahnya masing-masing. Tempat ini dianggap paling netral ketimbang pelabuhan sunda kelapa, salah satunya karena harga yang ditawarkan kadang jauh lebih rendah dari harga di pelabuhan. Petani teh dan kopi dari Ancol, Bogor sampai cianjur juga tak pernah melewatkan melakukan penjualan hasil buminya di wilayah ini. Kain Arab, keramik Tionghoa akan ditukar dengan rempah-rempah dan hasil bumi lainnya. Gubernur jenderal Deandles (sampai 1811) menetapkan Slipi sebagai kawasan Niaga, sebelum kemudian digantikan oleh Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles (Raffles – 1811 sampai 1816), Batavia di bawah kendali Inggris. Pelabuhan Sunda Kelapa dianggap tidak aman, karena sering terjadi pemberontakan warga Indonesia. Dan bermulalah kehidupan multi-etnis di wilayah ini. Raffles kemudian meletakkan dasar kebijakan ekonomi untuk pulau jawa, terutama Slipi. Sebagian tanah di batavia dikenakan landeelicjk stelsel atau sewa tanah. Sedangkan di priangan masih ada yang menganut preanger stelsel (atau tanam kopi paksa). Makanya banyak petani priangan yang menjual kopinya di Batavia.

Disinilah kemudian saudagar dan pelancong luar mengadakan perjanjian sewa tanah dengan pemerintah kerajaan Inggris dan mulai menetap di Batavia (Slipi). Sistem sewa tanah dilakukan dengan memberlakukan fungsi pengawasan Residen (pendamping bupati), pengawas penghasilan yang diperoleh dari tanah (opzieners der landeelicjke inkomsten) dan pengawas pamong praja (controleur van het binnenlands bestuur).

1816, kekuasaan politik di Batavia kembali ke pemerintah kolonial Belanda melalui VOC. Sistem ekonomi berubah total. Pada tahun 1830, Gubernur Jenderal van den Bosch menghapuskan sistem sewa tanah yang terus berlaku selama kepemimpinan 5 gubernur jenderal sebelumnya. Tanah boleh dimiliki oleh warga keturunan yang ada di Jawa, hanya pemilik tanah akan dikenakan pajeg dan cuke. Di beberapa daerah pajeg dan cuke dikenakan secara tidak merata. Ini kemudian yang menyebabkan terjadinya pergolakan. Sastrakusuma, mandor priangan termasuk korbannya.

22 Juli 1913, pergolakan dan kerusuhan terjadi di Slipi. Cuke yang dikenakan dari warga keturunan (multi-etnis) naik sampai 200%. Pamong praja kadang berlaku seperti tuan tanah memberikan pungutan pajeg sekena hati tau khan kenapa sampe sekarang kelakuan pamong praja gak pernah bener, itu karena warisan kumpeni. Salah satu bentuk kesewenangan ini secara legal disetujui oleh pemerintah belanda. Ambil contoh kasus penyelesaian sengketa di Tanah Abang dan slipi dengan “Patahkan saja Leher Tuan tanah satu” (termuat dalam Surat Residen Batavia kepada Gubernur Jenderal , tanggal 10 September 1913 No. 367 dalam Mailrraporten 1913.13 ARA).

Slipi, Peradaban Multietnis, Multibudaya, dan Multikuliner

Slipi, memang salah satu bagian di kota batavia yang dihuni oleh multietnis, namun karena ke-strategis-an tempatnya niaga berkembang pesat di wilayah ini. Ini juga yang kemudian menyebabkan perkembangan kehidupan multietnis juga. Adanya peleburan budaya, dan tentu saja terciptanya variasi kuliner yang luar biasa. Sebut saja beberapa seni seperti, Gambang, Cokek, Tanjidor dan pertunjukkan seni sering diadakan di pusat pasarnya, untuk menghibur para noni-noni, saudagar Arab dan Tionghoa. Perkawinan antar etnis juga kerap terjadi, walau diwarnai dengan pro dan kontra. Ini juga yang mengakibatkan leburnya beberapa menu masakan baru seperti; Pucung Ikan Gabus, Sambel Godog, Ketan Urab, Pindang Srangi, Sate Pentul, Rujak Juhi, dan Sate Asem Betawi. Cara berpakaian dan lain-lain.

Gelar seni pencak kerap juga dilakukan. Satu yang menarik perhatian adalah lahirnya Gerak Saka. Diambil dari bahasa sunda (Jawara Sunda yang disewa residen buat narik pajeg) singkatan dari Sakadaekna (bahasa Sunda) yang artinya sesukanya. Semula memang bela diri internal keluarga menak Sunda keturunan Prabu Siliwangi, kata Sani. Raden H Muhammad Sjafe'i (1931-2001) adalah orang yang membawa bela diri tradisional ini ke Batavia dan mengubah nama Gerak Gulung Bumi menjadi Gerak Saka. Bang Pe'i, demikian Muhammad Sjafe'i biasa disapa, belajar dari salah seorang kerabat istrinya, Raden Widarma. Bang Pe’i yang keturunan Pandeglang ini mengembangkannya di Daerah Petojo. Ilmu ini kemudian diwariskan ke H Abdullah di Condet dan H Nunung di Rawa Belong, yang lalu membentuk Gerak Sanalika.

Kenapa harus berkelahi? Pusat perkembangan niaga juga memicu munculnya aktifitas lain, sebut saja sabung ayam, minum-minum, dan terakhir Adu ikan cupang. Pelancong-pelancong kadang membawa ikan yang terkenal agresif ini dari pulau Borneo dan dan Bumi Andalas dan di tarungkan di Slipi.

Tak jarang bila jawara yang turun mengadu ikan harus berakhir dengan perkelahian, karena tak terima kekalahan ayam atau ikannya. Daripada harus mondar mandir Andalas dan Borneo, beberapa keturunan Tionghoa kemudian mengembangkanjenis ikan ini di sekitaran Slipi. Kegiatan ini bertahan sampai sekarang dan menjadi budaya tak terpisahkan dengan Slipi. Untungnya budaya berkelahi tidak diwariskan juga.

Para Jawara yang pada perkembangan pemerintah kolonial waktu itu dinilai meresahkan mulai diberantas habis-habisan, karena dianggap sebagai biang onar dan di cap sebagai penjahat. Ini yang menyebabkan beberapa pendekar memilih menyingkir dari pusat kota, dan kembali ke pinggir-pinggir kota sambil terus mewariskan ilmu tersebut ke anak cucunya secara rahasia.

Jadi, Slipi memang tak bisa dipisahkan dari Sejarah Ikan Cupang itu sendiri

Slipi Era Kemerdekaan: 1945 - Now dan Pesatnya Pembangunan.

Seperti diungkapkan sebelumnya, tumbuh berkembangnya komunitas multietnis di Ibukota juga terjadi di Daerah Slipi. Untuk menjaga kerukunan Umat beragama, banyak juga berdiri beberapa bangunan ibadah. diantaranya yang berhasil dihimpun dari info yang berserakan.

a. HKBP Slipi. (1963 - now)

Gereja HKBP Slipi yang terletak di Jln. Anggrek Cendrawasih Blok K No. 11 Jakarta Barat, berdiri pada tanggal 06 Oktober 1963. Pendirian gereja ini diprakarsai oleh beberapa keluarga Kristen Batak yang bertempat tinggal di sekitar Slipi, Palmerah dan Petamburan wilayah Jakarta Barat.

Langkah pertama yang dilakukan mereka adalah membentuk kebaktian (parmingguan) dari rumah ke rumah (pada bulan Agustus 1963), yang dilayani oleh Parhalado HKBP Kernolong Jakarta Distrik VIII Jawa - Kalimantan. Kebaktian dari rumah ke rumah ini kemudian pindah ke Gedung Sekolah SMP Negeri 16 Palmerah, Jakarta Barat selama setahun.

Sejalan dengan perkembangan jumlah jemaat dan telah tersedianya lahan untuk pembangunan gereja, maka dipikirkan bagaimana membangun sebuah gereja yang nyaman untuk tempat beribadah. Atas dasar pemikiran tersebut, maka dibentuklah Panitia Pembangunan masa bakti 1963 - 1964, yang diketahui oleh BPT Hutauruk, Wakil Ketua W. Marpaung, Bendahara P. Hutasoit, dibantu oleh beberapa anggota jemaat. Kendatipun Panitia telah bekerja keras, namun mereka belum berhasil mendirikan bangunan gereja yang layak.

Langkah kedua yang dilakukan adalah mengusulkan status parmingguon menjadi Huria Nagok. Pada tanggal 18 Nopember 1964 Ephorus HKBP pada saat itu, Pdt. Ds. T. Sihombing, secara resmi mengukuhkan HKBP Slipi menjadi anggota Gereja Ressort HKBP Kernolong. Beberapa waktu kemudian, dengan terbentuknya Ressort HKBP Petojo pada tanggal 30 April 1967, maka HKBP Slipi dialihkan menjadi pagaran Ressort HKBP Petojo.

Dengan pergumulan dan usaha yang dilakukan oleh Pemrakarsa Gereja HKBP Slipi ini, maka pada tanggal 07 Juni 1965 HKBP Slipi memperoleh sebidang tanah dari Pemerintah melalui Departemen Pekerjaan Umum seluas 720 m persegi di Blok K No. 11 Slipi, Jakarta Barat.

b. Dokumen Slipi (1968)

Dalam dokumen yang disebut "Dokumen Slipi" yang berisi hasil pemeriksaan Bung Karno sebagai saksi ahli dalam perkara Subandrio dan merupakan kesaksian terakhir BK (1968), "...1 Oktober 1965 bagi saya adalah malapetaka, karena gerakan yang melawan G30S pada 1 Oktober 1965 itu telah melakukan pembangkangan terhadap diri saya, sejak saat itu gerakan yang melawan G30S tidak tunduk pada perintah saya, maka saya berpendapat G30S lawannya Gestok...". Jika dokumen ini memang benar adanya, hal itu sesuai dengan seluruh perkembangan kejadian serta analisis BK tentang G30S tersebut di atas. Brigjen Suparjo segera menghentikan gerakan G30S sementara Mayjen Suharto meneruskan Gestok-nya. Tetapi sejarah juga menunjukkan bahwa Presiden Sukarno tidak mengambil tindakan apa pun terhadap jenderal yang satu ini, justru melegitimasi dengan mengukuhkan kedudukannya. Sebenarnyalah peristiwa G30S di Jakarta hanya berlangsung selama satu hari, sementara di Jawa Tengah yang tertinggal itu berlangsung beberapa hari (sesuatu yang aneh dan perlu dikaji lebih lanjut). Gerakan selanjutnya, yang disebut BK Gestok, dilakukan oleh Mayjen Suharto dengan menentang dan menantang perintah Presiden dengan menindas PKI dan gerakan kiri lainnya, membantai rakyat dan pendukung BK, ujungnya menjatuhkan Presiden Sukarno. Inilah tragedi sebenarnya dengan pembukaan pembunuhan enam orang jenderal dan seorang perwira pertama oleh pihak militer sendiri. (Dari berbagai sumber).

c. Bicara Kanker, Bicara Slipi
Kalo ada kasus penyakit Kanker yang terbayang pertama adalah Slipi dan Rumah Sakit Kanker Dharmais. coba simak beberpa kutipan berikut:

Adalah kelompok Tim Kanker Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Para dokter yang tergabung dalam kelompok tersebut, termasuk Prof. DR. Dr. A. Harryanto Reksodiputro, SpPD-KHOM, atau yang lebih akrab disapa Prof. Arry, memberikan pelayanan kepada pasien kanker yang berasal dari seluruh Indonesia di rumah sakit tersebut. Namun demikian, pelayanan kepada pasien kanker saat itu terhambat oleh belum adanya fasilitas yang memadai dan masih ditangani oleh bagian yang terpisah-pisah, misalnya kanker serviks oleh bagian obsgin, kanker nasofaring oleh bagian THT, kanker prostat oleh bagian urologi, dan sebagainya. Sedangkan dalam pengobatan kanker diperlukan penanganan yang terintegrasi. Oleh sebab itu, semua dokter yang tergabung dalam kelompok tersebut bercita-cita memiliki rumah sakit yang khusus menangani kanker.

Pada saat itu, kebetulan salah satu keluarga jauh Presiden Soeharto menderita kanker dan harus berobat ke luar negeri. Kepada presiden, Prof. Arry menceritakan proses pengobatan kanker di luar negeri dan kesulitan RSCM menangani pasien kanker dengan baik. “Meski ada tenaga ahli, tetapi karena sulitnya melakukan koordinasi sehingga sulit menghasilkan penanganan yang maksimal.” Mendengar masukan tersebut, presiden meminta beliau untuk memikirkan model rumah sakit kanker. Prof. Arry yang kala itu masih bergelar doktor menghubungi para pakar di FKUI dan meminta nasihat Departemen Kesehatan serta Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya rumah sakit kanker yang diberi nama Rumah Sakit Kanker “Dharmais” berdiri pada 30 Oktober 1993.

Kemudian terbentuklah tim pembuatan usulan pendirian rumah sakit kanker pada bulan Oktober 1988. Usulan tersebut dapat diselesaikan pada bulan Desember 1988 dan diserahkan kepada ketua Yayasan Dharmais pada 8 Januari 1999

Tadinya Rumah sakit ini ditujukan khusus untuk anggota Partai Politik besar pada waktu itu (baca: Golkar) dan keluarga Cendana saja, atau harus ada rujukan dari Dokter di RSCM. Namun sejak tahun 1999 pula, kemudian Rumah Sakit Dharmais dibuka layanan untuk umum.

d. Slipi dan Reformasi (1998)

Beberapa media berhasil meliput tentang dampak kejadian seputar Reformasi di Indonesia. beberapa konflik dan kerusuhan kerap terjadi. Diantaranya di gadang atas dasar perbedaan ras, suku dan agama. Ini adalah satu era kekelaman bagi kehidupan bangsa Indonesia sebagai akibat dari satu kata yang sampai sekarang tabu untuk saya mendengarnya "Provokasi".

Tragedi Semanggi, Tragedi Trisakti. secara langsung ataupun tidak berimbas pada kehidupan multietnis di Slipi. Kehidupan damai sudah sangat ditemui di Jakarta. Mulai dari pembakaran kendaraan mewah, kendaraan umum, penjarahan toko dengan dalih bukan pribumi. Semua kejadian sangat merusak sendi kehidupan, dan seketika menghentikan denyut nadi ibukota. Imbasnya bisa terasa, Dolar yang dulu bisa ditukar dengan seribu rupiah, sempat terombang - ambing diangka 10.000 sampai 14.100 (data BEJ 1997 - 1998). Bukan hanya perekonomian yang ambruk, tapi kehidupan ikut didalamnya

Tragedi tanggal 13-15 Mei 1998, yang menurut catatan tim Relawan untuk Kemanusiaan itu menewaskan 1.217 orang, 91 terluka, dan
31 orang hilang, telah menghancurkan kepercayaan kepada negara,
membiakkan prasangka, melantakkan perasaan sebagai manusia, dan
menggelembungkan negativitas yang tidak sanggup didefinisikan oleh
diri sendiri, tetapi oleh sesuatu di luar diri, yakni dampak yang
ditimbulkannya. Terutama yang menyebabkan kerusakan total dari hidup kebersamaan: peristiwa pemerk@#%$n dan peng@#%^$n sek$%#l terhadap para perempuan etnis T di Jakarta, yang terlacak hampir sebulan setelah peristiwa itu.

Berikut kutipan beberapa testimoni para pelaku langsung yang ditemui ketika itu:

Seperti dikemukakan seorang ibu di kawasan Slipi, yang dijumpai
beberapa waktu silam. "Setiap memasuki bulan Mei, hati saya tidak
keruan. Tapi ya mau apa lagi, anak saya tidak akan hidup lagi, dan
hidup harus dilanjutkan. Saya tidak bisa ikut macam-macam karena kalau enggak jualan sehari saja, semuanya pasti terganggu. Biaya hidup mahal, sewa rumah naik terus, biaya sekolah anak-anak juga. Untuk makan kita numpang dari jualan ini. Orang seperti kita enggak boleh sakit, enggak ada ongkosnya."

Perempuan itu berdagang ketupat sayur. Suaminya buruh serabutan.
Mereka mengontrak sepetak rumah di kawasan Slipi, di lingkungan yang
sangat kumuh. Keluarga itu menemukan anak perempuannya yang berusia 10 tahun tewas sambil memeluk boneka di Pusat Perbelanjaan Slipi Jaya pada petang tanggal 14 Mei tahun 1998.

Biarlah semua menjadi nota hitam dalam catatan sejarah kita.
Knowledge is not mine and never be mine, it belongs to everyone who had will to have and spread it

Peninggilan dan Masa Depan Cupang Hias Indonesia

Bogor, 19 April 2010

Pertama kali gue nginjekin kaki di salah satu sudut Tangerang ini, kesannya panas banget. beda ama rumah di Bogor. Emang sih gue datengnya jam 1 siang....karena takut nyasar, aye terus kontek2an ama bang Yoxx and Agie. salah dua temen yang ngenalin gue ada yang namanya kontes ikan cupang hias ... Beberapa kali Agie mengajak gue ikutan, cuma karena jauh (Purwokerto, Tulung Agung) yah menitipkan saja, itung-itung carpeng (cari pengalaman) modalnya ikan-ikan seadanya yang gue dapet di pasar pagi.

Juga ketika kontes regional Peninggilan diadakan (kalo gak salah bulan Januari). Gue nekat pengen tau ah suasana kontes. Bergegaslah gue cabut bareng bini, bermodalkan alamat yang gue gak pernah tau sebelumnya. Tapi ternyata, Peninggilan menyimpan banyak banget potensi.

Terlepas dari suasana kontes pada waktu itu, gile masih ada kebonan luas. Jejeran akuarium penuh burayak, n induk jantan yang lagi jagain anaknye. bener2 kayak orang norak, gue gak peduli hiruk pikuk panitia mengumumkan hasil kontes, yang gue tau ada ikan gue yang waktu itu didaftarkan atas nama Agie masuk nominasi... asli seneng banget.

Dan pertama kali juga gue dikenalin agie sama beberapa Petani, dan Peserta kontes pada waktu itu. cuman Bag Usin yang waktu itu nyangkut di kepala (maklum otak gue dikit). Kesan pertama dari komunitas cupang ini, hangat, akrab dan friendly. Gue demen ama yang kayak gini. Mbak eto, satu2nya ornag paling cantik dalam komunitas tersebut, gak sungkan2 nawarin rambutan hasil jarahan salah satu anggota komunitas. Sayangnya gue gak demen rambutan.

Kemarin, Kunjungan gue yang kedua. Gue belain konvoi bareng Bang Zaldi... (beberapa kali bang Z kudu berenti nungguin gue yang lelet bawa motornye... gue kalo bawa motor kayak bawa gelas... pelan boss, secara orang jawe gitu loh... alon-alon asal klakon. satu yang pasti kenapa gue pengen balik lagi ke tempat ini. Kangen. apalagi ama tongseng di sebelah Pom Bensin-nya

Terus udah beberapa kali Lana, Om Boy, Temen2 BBP ngajak maen. Walaupun Bokek... cuek ajah, turun dan meramaikan, itu pasti (gak ngarep juara dah). dan Kontes kemarin jadi momen yang tepat.

Ada sedikit yang berubah... disono ada bekas bak mandi yang isinya burayak naga warna warni.

Pas gue lagi asik ngeliat burayak2 itu, Ada 3 anak kecil usia 6 - 12 tahun yang menyapa... Bang, kalo mau bahan dragon banyak tuh di gelas aqua, baru naek lubuk.

Kaget dong gue, wew, anak sekecil itu udah kenal lubukan? pertama gue acuhin, tapi beberapa penjelasan mereka tentang ikan cupang jelas jauh diatas pengetahuan gue tentang Cupang hias ini.

Mereka gak segan nerangin masalah warna pada ikan cupang, kelebihan, form, pakan dan lain-lain. ala mereka. Salut gue sekaligus malu (ini jadi motivasi gue buat terus menekuni ilmu satu ini). gak cuma ke gue, tapi juga ke orang-orang yang datang melongok botol2 aqua itu.

banyak cara yang mereka tawarkan untuk menarik perhatian gue.

"[i]Bang, kalo gak buru-buru bisa keabisan loh, soale ikan disini cakep2[/i]"... diangkat salah satu botol dan ditunjukkan ke gue. "[i]Ini namanya black dragon moster, liat bukaan ekornya bang, umurnye baru 2 bulan, belum bisa turun di baby. tunggu gedean dikit lagi[/i]"

Emang, begitu gue perhatiin tuh botol, mereka gak bo'ong. Untuk upaya mereka gue acungin jempol. gue pilih macem2 warna waktu itu, bukan cuma untuk menyenangkan hati mereka. tapi karena gue demen juga ama ikan itu. sempet pilih2 ikan, n minta di pisahin tapi begitu ditinggal beli minuman... eh udah ada di tas orang lain

Antusiasme ini juga muncul ketika mereka berebut untuk mengemas ikan, slep, slep, slep... kerjanya sigap... walaupun masih ada kekurangan (ikatan plastik kurang mantap... tapi gue juga kayak gitu). sesekali kakak2nya turun untuk ngejelasin n ngajarin ke mereka cara mengemas yang benar (gue juga nyimak).

Satu yang pasti kesan gue begitu melihat ini. Optimisme bahwa Dunia ikan Cupang Hias Indonesia akan terus ada. Mudah2an antusiasme para cupanger kecil ini terus terjaga, tapi gue berharap mereka gak ninggalin bangku sekolahnya untuk hobi menyenangkan ini.

Salut buat Peninggilan dan generasi penerusnya, dan buat cupang Indonesia. dan buat gue... koleksi akuarium soliter gue nambah lagi warna-warninya, gak tau kalo suatu saat ikan di akuarium soliter gue bakal muncul di kontes-kontes ke depan.

Sekali lagi... Bravo

Knowledge is not mine and never be mine, it belongs to everyone who had will to have and spread it

Wednesday, March 17, 2010

Hubungan antara Betta dan Keindahan Wajah

(Knowledge is not mine and never be mine, it belongs to everyone who had will to have and spread it)

Perkembangan dunia cupang makin marak di Indonesia. terbukti dengan mulai seringnya dan teraturnya diadakan kontes bertaraf regional, nasional, dan Internasional. Hal ini menandakan bahwa animo masyarakat Indonesia mulai bangkit lagi untuk mengangkat ikan yang sebagian besar penyebarannya merupakan asli "Produk Negeri Kepulauan" kita.

Seiring dengan makin cintanya para komunitas cupang Indonesia, beberapa jenis baru-pun mulai diperkenalkan oleh para breeder kawakan, baik yang berada di dalam negeri maupun dari negara lain, semisal thailand, malaysia dan beberapa negara Eropa. Jenis terbaru yang menyita perhatian adalah "Dragon", bahkan Victoria Sparks dalam situsnya (http://www.bettysplendens.com/) menyebut jenis "dragon" ini sebagai "blink-blink" betta.



Keindahan Cupang (Betta splendens) memang terlihat dari perpaduan 4 layer (iridescense) warna sisiknya. Warna yang dihasilkan dari ketekunan teknik hibridasi. tidak sedikit waktu yang dibutuhkan (kurang lebih 2 tahun) untuk menghasilkan jenis baru.

Untuk skala kontes, ikan-ikan dengan kriteria dan standar khusus yang mampu bersaing (keindahan sirip, kelas, warna, form, dan lain-lain) yang terus disempurnakan di tiap penyelenggaraan kontes, khususnya di Indonesia.

Dalam setiap pembiakkan, tidak semua dihasilkan cupang "kualitas kontes". Tidak jarang ikan cupang dengan kualitas dibawahnya (baca: reject) harus berakhir menjadi umpan ikan2 predator, atau bahkan diolah menjadi pakan ikan lain.

Baru-baru ini, Universitas Chulalongkor (Thailand) berhasil mengembangkan sebuah penelitian tentang manfaat warna sisik pada ikan cupang. Dr. Cilala Noppadon Katana, ahli biologi dari Universitas tersebut, dalam kesempatan kunjungan ke Indonesia kemarin (13 - 16 Maret 2010). Beruntung penulis mampu menyita sedikit waktunya untuk menjelaskan penelitian tersebut.

Dr Katana Mengemukakan, bahwa pada saat ini Beberapa Mahasiswa Fakultas Biologi bimbingannya tengah melakukan penelitian tentang cara "anesthesia" yang efektif dalam pengiriman ikan ke luar negeri. adapun tujuan dari pengiriman tersebut dijelaskan bahwa, ikan cupang akan dipakai sebagai "bahan kosmetik". Bisa dibayangkan berapa ikan yang harus "dikuliti" cuma untuk membuat wajah seseorang terlihat berkilau (glitter), namun tak dapat dipungkiri ini adalah peluang bisnis yang potensial.

Tidak ada penjelasan mendetail mengenai hal tersebut. Beliau hanya mengatakan, iridescense pada sisik cupang-lah yang akan dipakai sebagai bahan kosmetik.

Dr. Katana juga melihat perkembangan cupang di Indonesia dan perbedaan dengan komunitas Cupang aduan dan hias di Thailand, dimana komunitas ini sudah mendapatkan pengakuan secara legal dari pemerintah Kerajaan Thailand, karena disana diakui sudah menjadi budaya yang turun menurun. Bahkan beberapa habitat alam Cupang sudah di konservasi menjadi kawasan lindung.

Diakhir pertemuan, tak lupa beliau juga memuji pedasnya sambal ulek asli Indonesia yang menjadi bumbu khas "Ayam Geprek Istimewa" di sebuah pojok kuliner Bogor (15/3). sampai harus beberapa kali menghapus peluh yang keluar disekitar wajahnya. Beliau juga berpesan, untuk terus mengembangkan cupang di Indonesia, jangan sampai kita menjadi konsumen orang-orang Eropa untuk sesuatu yang asalnya dari Asia.

So, pernah terpikir oleh kita semua... bahwa ada juga efek dari keindahan warna cupang. yang pasti salah satunya bisa dilihat dari kilauan make up di wajah kita.

Thursday, March 4, 2010

Memperkuat Strain dengan Hubungan Sedarah? Amankah

Perkawinan sekerabat (Ing. inbreeding) atau penangkaran sanak dalam biologi diartikan sebagai perkawinan antara dua individu yang masih memiliki hubungan kekerabatan yang dekat. Dalam bahasa sehari-hari dikenal istilah incest atau muhrim yang memiliki kedekatan makna. Meskipun mirip dengan hubungan kekerabatan yang dikenal dalam silsilah manusia atau hukum agama, pengertian dalam biologi mencakup pula perkawinan/pembuahan sendiri (Ing. selfing atau self fertilisation). Hubungan kekerabatan (Ing. relatedness atau relationship) ini biasanya dikuantifikasi dengan beberapa ukuran (seperti koefisien konsanguinitas dari Jacquard, koefisien kesekerabat atau inbreeding coefficient, dan kovarians kekerabatan).

Perkawinan sekerabat yang banyak dikaji dalam biologi biasanya yang dianggap memiliki pengaruh ekonomi (baik menguntungkan maupun merugikan)

Hubungan sedarah diketahui berpotensi tinggi menghasilkan keturunan yang secara biologis lemah, baik fisik maupun mental (cacat), atau bahkan letal (mematikan). Fenomena ini juga umum dikenal dalam dunia hewan dan tumbuhan karena meningkatnya koefisien kerabat-dalam pada anak-anaknya. Akumulasi gen-gen pembawa 'sifat lemah' dari kedua tetua pada satu individu (anak) terekspresikan karena genotipe-nya berada dalam kondisi homozigot.

Secara sosial, hubungan sedarah dapat disebabkan, antara lain, oleh ruangan dalam rumah yang tidak memungkinkan orangtua, anak, atau sesama saudara pisah kamar. Hubungan sedarah antara orang tua dan anak dapat pula terjadi karena kondisi psikososial yang kurang sehat pada individu yang terlibat. Beberapa budaya juga mentoleransi hubungan sedarah untuk kepentingan-kepentingan tertentu, seperti politik atau kemurnian ras.

Akibat hal-hal tadi, hubungan sedarah tidak dikehendaki pada hampir semua masyarakat dunia. Semua agama besar dunia melarang hubungan sedarah. Di dalam aturan agama Islam (fiqih), misalnya, dikenal konsep muhrim yang mengatur hubungan sosial di antara individu-individu yang masih sekerabat. Bagi seseorang tidak diperkenankan menjalin hubungan percintaan atau perkawinan dengan orang tua, kakek atau nenek, saudara kandung, saudara tiri (bukan saudara angkat), saudara dari orang tua, kemenakan, serta cucu.


Memperkuat Strain Betta melalui Incest atau Inbreed
Dalam Memperkuat Strain, kadang dilakukan dengan cara mengawinkan tetua (F0) dengan keturunannya, dengan harapan akan "mengunci" galur yang diinginkan oleh si breeder.

penjelasan sederhana:
P0a (Red Dragon) male X P0a (Red Dragon) akan melahirkan F1a male dan F1a Female

kemudian:
P0a Male X F1a Female --> F2'a male dan F2'a female
dengan sifat-sifat fenotif yang menjadi target "cetakan" breeder.

dan F1a male dan F1a Female --> F2a male dan F2a female

demikian seterusnya.

Harap diingat bahwa makin diturunkan antar keturunan sedarah, maka resiko dan sifat resesif akan semakin besar. Jangan kaget bila suatu saat, keturunan tersebut akan timbul cacat, infertile (mandul atau tidak subur) dan bahkan mematikan. ada kemungkinan bila ini terus dilakukan tidak keluar lagi sifat dominan (sifat-sifat yang diinginkan peternak), justru 100% sifat yang muncul adalah sifat resesif.

contoh paling populer

Kita tentu ingat bagaimana satu garis keturunan kerajaan inggris (Victoria) pada abad ke-19 mengalami kepunahan keturunan. Secara garis keturunan dapat digambarkan sebagai berikut:

Victoria (Alexandrina Victoria) (lahir di Istana Kensington, London, Inggris, 24 Mei 1819 – meninggal 22 Januari 1901 pada umur 81 tahun) adalah Ratu dari Britania Raya dan Irlandia dari 20 Juni 1837, dan Ratu India dari 1 Januari 1877, hingga wafatnya pada 1901. Pemerintahannya berlangsung lebih dari 63 tahun, lebih lama dari raja atau ratu Britania manapun. Pemerintahan Victoria ditandai oleh ekspansi besar-besaran dari Imperium Britania. Zaman Victoria adalah puncak dari Revolusi Industri, suatu masa perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang penting di Britania Raya. Pada masa tersebut, Imperium Britania mencapai puncaknya dan menjadi suatu negara adi kuasa yang digjaya.

Victoria, yang hampir sepenuhnya berdarah Jerman (kecuali dari leluhurnya Sophia dari Hanover yang merupakan cucu dari garis perempuan dari James I), adalah ratu terakhir dari Dinasti Hanover; penggantinya, Raja Edward VII berasal dari Dinasti Saxe-Coburg dan Gotha.

Garis keturunan Victoria mempunyai satu sifat resesif dan diturunkan yaitu "hemofilia", penyakit ini termasuk mematikan,

menurut salah satu ensiklopedia populer tentang hemofilia menyebutkan:
Hemofilia adalah kelainan perdarahan yang diturunkan yang disebabkan adanya kekurangan faktor pembekuan. hemofilia A timbul jika ada defek gen yang menyebabkan kurangnya faktor pembekuan VIII (FVII) sedangkan hemofilia B disebabkan kurangnya faktor pembekuan IX (FIX). hemofilia A dan B tidak dibedakan karena mempunyai tampilan klinis yang mirip dan pola pewarisan gen yang serupa. hemofilia adalah salah satu penyakit genetik tertua yang pernah dicatat.

dan berikut gambaran garis keturunan Victoria yang mengidap hemofilia


Memang penting untuk meningkatkan kualitas dari ikan cupang yang dihasilkan dari hasil pembiakkan kita. tapi harus dipikirkan juga bahwa dampak dari melakukan in-breeding secara terus menerus. Bukan hal mustahil bila suatu saat kita tifak akan berhasil sama sekali dalam membiakkan dan menurunkan F10 karena sifat resesif tidak bisa dihilangkan, cuma bisa disamarkan, dan suatu saat pasti akan muncul.

Ada baiknya untuk merogoh kocek lagi untuk mencari galur lain, yang serupa dari jenis yang akan kita biakkan (tidak sedarah) dari luar lubuk untuk menjaga kelestarian jenis cupang yang kita populerkan.

source: Wikipedia. Grolier Ensiklopedia. Lethal Biology (McGraw-Hill Books)

Knowledge is not mine and never be mine, it belongs to everyone who had will to have and spread it

Thursday, February 11, 2010

Hubungan Unik antara Cupang dan Ketapang

Ketika suatu saat saya berkunjung ke tempat teman, yang kebetulan sama-sama penggemar betta (atau cupang), terkejut bukan main hati saya. Ini kok ngaku – ngaku hobiis betta, tapi membiarkan air – air dalam aquarium mungilnya begitu kotor, kuning, bahkan beberapa diantaranya sangat pekat.

Sedikit bercanda, saya berseloroh. “itu cupang-cupang lu asli jawa ya, kok minumnya air teh, atau lu kasih air seni?”. “kasian banget nasib ikan – ikan lu kalo gitu”. Tambahku.

Itu gue kasih air rebusan ketapang”. Jawabannya singkat. “maklum baru gue kawinin

Terkejut, tapi gak mau dibilang bodoh. Sengaja aku diam atas jawabannya, takut dibilang bukan hobiis sejati cupang. Aku simpan jawaban itu, penasaran sama si “ketapang” ini.

Ingatan saya kembali ke masa kecil, dulu di perumahan orang bule di bilangan kuningan, banyak banget pohon ketapang. Pohon ketapang itu sendiri tingginya sekitar 20 meter lebih, terbilang tinggi untuk ukuran pohon di Jakarta. Setiap pulang sekolah, saya dan teman – teman selalu mengumpulkan biji – biji ketapang itu, dipecahkan kulitnya untuk kemudian daging buahnya kami makan. Rasa kacang bercampur kenari bermain dilidah kami. Tak jarang kami harus dikejar – kejar satpam, karena untuk mendapatkan buah ketapang kami harus melemparnya dengan batu. Kalo musim kemarau tiba, kami berguling2an diatas hamparan daun ketapang yang selalu rontok.

Di bangku kuliah saya mengenalnya lebih mendalam, tentang ciri – ciri fisik, habitus. Dan penyebarannya. Saya sekarang sering menemukan daunnya teronggok di dasar aquarium cupang. Berbekal sebuah laptop tua keluaran akhir 2003, dimulailah pencarian tentang si ketapang ini dan hubungannya yang unik dengan betta – betta kesayangan saya. Dan coba saya paparkan dalam beberapa deskripsi berikut.

Apa dan Bagaimana si “Indian Almond”
Menurut binomial nomenklatur, ketapang diidentifikasi sebagai Terminalia cattapa, dari keluarga Combretaceae. Karena penyebarannya yang kosmopolit, sehingga tidak diketahui asal usul dari tanaman ini. Ada beberapa nama yang disematkan untuk pohon ini; Bengal almond, Singapore almond, Ebelebo, Malabar almond, Indian almond, Tropical almond, Sea almond, pohon Talisay, pohon Payung dan Zanmande (creole).

Beberapa ilmuwan pernah menemukan pohon ketapang tertinggi hingga mencapai 35 m. Nama pohon payung memang identik dengan bentuk percabangan dan tajuk yang menyerupai payung, melebar dan melingkar luas (diameter tajuk mencapai 20 m). Kayunya termasuk jenis kayu keras yang memiliki resisten tinggi. Kulit pohonnya membentuk uliran kecil seperti mengelupas, layaknya kita temukan pada pohon-pohon sengon atau jeunjing.

Kalau melihat daunnya, jangan sampai tertukar dengan pohon mete, karena memang kedua pohon ini mempunyai daun yang agak mirip, dengan tulang daun yang sangat terlihat jelas. Walaupun beberapa daun ketapang tumbuh kecil, tapi rata-rata daun ketapang memiliki panjang daun 15 – 25 cm dengan lebar daun mencapai 14 cm. Permukaan daunnya terlihat licin dan berminyak. Pada musim kemarau pohon ini mempunyai sifat menggugurkan daunnya untuk menyimpan cadangan air lebih banyak, dan beberapa fungsi tumbuhan menjadi dorman. Daun yang mengering kemudian berubah warna menjadi kuning, merah, dan coklat ketika mengering.

Bunga ketapang, berkelamin ganda, dan berada dalam satu pohon. Buahnya sendiri diselimuti kulit lunak berserabut, biji dalam tiap buah hanya terdapat satu, seperti pada buah kenari. Rasanya juga mirip buah almond, dan aman untuk dimakan.

Secara alami, pohon ketapang tersebar di hutan dataran rendah di daerah tropis. Pohon ketapang sering dijadikan indikator adanya hutan pantai, selain pohon pandan dan waru laut. Karena sifat alaminya yang mempunyai daya hidup tinggi, dan bentuk tajuk yang melebar, ketapang merupakan pilihan utama dalam menghiasi dan meneduhi perumahan - perumahan baru atau wilayah halaman perkantoran di jakarta. Sangat mudah untuk menemukannya di sekitar kita. Apalagi untuk mereka yang tinggal di perumahan baru.

Daun Ketapang dan kesehatan

Ada beberapa kandungan alami yang terkandung dalam daun ketapang (dan buah), antara lain: flavonoids (sama halnya dengan kaempferol atau quercetin) atau dikenal dengan vitamin P atau citrin, tanin (punicalin, punicalagin atau tercatin seperti halnya pada teh, anggur, strawberry, delima, pomegranate, aren-arenan), saponin yang dipakai sebagai surfaktan, dan phytosterol (kolesterol tumbuhan dengan sedikit kandungan alkohol). unsur lain yang terdapat dalam daun ketapang antara lain; Sulfur, Nitrogen fosfor in dalam bobot beragam. Ketapang juga mengandung logam seperti Ca, Mg, Cu, Zn etc

Demikian kaya kandungan yang terdapat dalam daun ketapang, sehingga sangat umum menggunakannya dalam pengobatan alternatif yang sangat berguna. Lihat saja, di Taiwan orang sering memanfaatkan daun keringnya untuk mengobati liver dan air rebusannya dipakai untuk mengobati sakit kulit. Di suriname, teh yang terbuat dari seduhan daun ketapang diyakini bisa menyembuhkan disentri dan diarhea. Beberapa penelitian lebih lanjut tengah dilakukan untuk kemungkinan dipakai dalam pengobatan kanker, dan antioksidan.

Cupang dan Daun Ketapang
Di alam, penyebaran ketapang juga bisa ditemui di pinggir sungai, rawa, gambut (atau diamazon sering dihubungkan dengan ekosistm blackwater) dan danau. Tempat-tempat ini merupakan habitat alami cupang. Sangat mudah menemukan cupang bila disekitarnya terdapat pohon ketapang, cukup mencari dibawah guguran daun ketapang dan ternyata ini menjadi tempat favorit betta untuk berbiak. Ini yang kemudian yang menggugah rasa ingin tahu peneliti tersebut secara lebih lanjut.

Bila dilihat manfaat ketapang yang begitu banyak untuk manusia, demikian halnya untuk betta yang ada di aquarium kita. Betta yang ditemukan hidup disekitar guguran daun ketapang terlihat lebih aktif (lincah), kilauan warna dan sisiknya menjadi lebih cerah, dan tentu saja sehat.

Kandungan tanin, mineral, dan vitamin pada daun ketapang dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan bakteri berguna seperti infusoria dan beberapa bakteri lain. Kemudian bakteri inilah yang menjadi sumber pakan bagi burayak – burayak betta di alam. Begitu juga kandungan asam humik dan logam yang dapat menetralkan kondisi pH air, walaupun kondisi sekitarnya begitu ekstrim. Selain itu biasanya betta yang baru saja ditandingkan mengalami luka pada tubuh atau stress ketika kontes, maka daun ketapang menjadi pilihan tepat untuk memulihkan kembali kondisi betta kesayangan kita.

Tentu saja penggunaan bagi para hobiis betta harus diperhatikan. Yew (2004) dan beberapa peneliti dalam sebuah artikelnya menyebutkan dosis yang tepat untuk menjaga kesehatan betta adalah 1-2 daun ketapang dalam 50 liter air. Teknik paling mudah untuk mengeluarkan kandungan yang ada dalam daun ketapang adalah dengan cara merebusnya. Bila kita tidak ingin merebusnya, cukup biarkan selama 2 – 3 hari dalam air, sampai daun tersebut ternggelam dalam air. Jangan lupa untuk menggantinya setiap 15 hari sekali.

Kerusakan ekor dalam pengiriman betta dapat diminimalisasi dengan menambahkan larutan ketapang dalam airnya, kandungan tannin dan phytosterol dengan dosis agak tinggi dapat memberikan rasa tenang (bius ringan) pada betta. Dosis ini juga disesuaikan dengan jarak dan lama pengiriman.

Dalam keadaan kering daun ketapang dapat disimpan selama 6 bulan. Asalkan jauhkan dari tempat yang lembab dan terlindung dari sinar matahari dan panas.

Ini juga yang mendasari atison betta untuk mengembangkannya menjadi sebuah produk siap pakai dalam bentuk ekstrak daun ketapang dengan brand “Atison's Betta Spa Ketapang Leaf Extract”. Kemasannya dapat dilihat di: http://www.bluebettausa.com/galleryac1.htm.

Jadi, tunggu apalagi, gak usah malu untuk memunguti daun – daun ketapang yang gugur, walaupun harus menghentikan motor dan mobil yang anda kendarai sejenak. Selama berguna untuk betta kesayangan kita. elnino (02-12-2009)

first posted on the : http://kajidirilebihdalamlagi.blogspot.com/
Posted under real circumstance, source will be published and will not claimed as its own writing