Showing posts with label Hobby and Interest. Show all posts
Showing posts with label Hobby and Interest. Show all posts

Sunday, February 20, 2011

Ikan Cupang Hias, Bisnis yang Menjanjikan

Bisnis Ikan Hias Menjanjikan

Market Review / Ekonomi - / Kamis, 16 September 2010 09:48 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Bisnis ikan hias ternyata cukup menjanjikan. Para pedagang di Sentra Ikan Hias Jalan Pelepah Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, bisa mendapat penghasilan Rp3,5 juta hingga Rp5 juta per hari.

Pedagang menjual bermacam ikan hias dalam dan luar negeri. Antara lain, ikan koi asal Jepang, ikan mas koki asal China, dan kura-kura Brasil. Hajavascript:void(0)rganya bervariasi mulai Rp500 ribu hingga Rp2 juta.

Sementara jenis ikan dalam negeri yang tersedia di sentra itu, antara lain ikan koi Blitar, ikan patin, ikan lou han lokal, tetra, siklit, dan komet. Jenis-jenis ikan tersebut dibanderol mulai Rp20 ribu hingga Rp1 juta.

Bisnis ikan hias tergantung kepada tren. Sejak awal berdiri, setidaknya terjadi tiga kali pergeseran tren jenis ikan. Yaitu, ikan cupang pada awal 2000, lalu berganti dengan ikan lou han pada 2004, dan terakhir ikan koi yang masih bertahan hingga kini.(IKA)

source: http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2010/09/16/113242/Bisnis-Ikan-Hias-Menjanjikan

Knowledge is not mine and never be mine, it belongs to everyone who had will to have and spread it

Thursday, October 28, 2010

PERAWATAN IKAN CUPANG BONGSOR SECARA ALAMI (All in)

disadur dari seorang teman (Betta Klinik), thanks atas share pengetahuannya

Khusus buat para teman - teman pecinta jenis cupang Bongsor (Extra Large), kali ini saya akan membuka bagi pengalaman tentang bagai mana membuat ikan menjadi bongsor, atau yang memang jenis bahan dasar nya asli dari gender bongsor.



Hal yang pertama kali kita lakukan Ialah dengan menyediakan Kolam Out door Ber Ukuran:



* LEBAR 45cm, 49cm PANJANG & 27cm TINGGI KOLAM (maksimal).

* LEBAR 32cm, 49cm PANJANG & 27ccm TINGGI KOLAM (minimal).

& Sebaik nya Kolam tersebut memiliki pembuangan Pipa di pinggir Kolam agar nanti nya apa bila hujan datang Air kolam tidak meluap keluar



komposisi Unsur Hara di dalam Kolam Outdoor:


* Daun Kiray / Nipah yang sudah kering coklat tua, Arang Kayu, sebagai bahan Hara Penjernih, Penetral Air secara Alami untuk jangka panjang.

* Pohon Eceng Gondok, Kiambang Teratai, se jenis nya sebagai perlindungan Berteduh dari sengatan Matahari & Curah Hujan serta perangsang pembuatan sarang bagi Ikan Cupang tersebut.

* jika bahan komposisi Hara tersebut sulit di dapat kan maka dapat di ganti dengan jenis Daun Ketapang beberapa lembar yang telah di bersihkan lalu dapat di taruh Langsung ke dalam Kolam tersebut.


Langkah Awal:



* Masukan Ikan yang baru di beli beserta Air nya ke dalam Kolam tersebut.

* Bersihkan kolam sebelum Ikan di masukan lalu ke esokan hari nya Ikan baru dapat di masukan.

* Diamkan selama masa waktu kurang lebih 2 Minggu an.

* Tambahkan seper empat Sendok Kecil Garam Dapur yang Ber Yodium.

* Ketingian Air Maksimum Sekitar 19/20cm.



Pola pakan:




* Hari Pertama> Cuk Hitam pagi & sore

* Hari ke Dua> Cuk merah Hidup atau cacing sutra pagi & sore

* Hari ke Tiga> Cuk Hitam pagi hari, Cacing Sutra atau Cuk Merah Hidup yang segar pada sore hari nya

* Hari ke Empat> Cacing sutra atau cuk Merah hidup pagi & sore hari nya.

* Hari ke Lima> Cuk Hitam pagi hari, Cacing sutra atau cuk merah hidup yang segar pada sore hari nya

* Hari ke Enam> Cacing sutra atau cuk Merah hidup pagi & sore hari nya.

* Hari ke Tujuh> Cuk Hitam pagi hari, Cacing sutra atau Cuk Merah hidup yang segar pada sore hari nya

* Dan seterus nya,...

Sebaik nya dapat pula di mix dengan jenis pakan pellet udang ber butir kecil dengan MERK "SUPER FIT" atau MERK PELLET UDANG lain nya sebanyak sekitar 5 s/d 10 butir saja jangan lebih hal ini di berikan ketika pakanan Alami sedang sulit di temukan & untuk pemberian Pakan cukup sehari dua kali saja namun jika untuk Pellet jika ketika kita ingin memberikan nya kembali pada sore (hari nya), masih ada tersisa Pellet sebelum nya yang kita kasih di tempat nya maka tidak perlu di berikan lagi / kembali, biarkan saja tidak perlu di beri pakan lagi sampai ke esokan sore hari nya, kecuali kita akan memberikan jenis Pakan Alami pada sore hari nya baru boleh lah di berikan kembali & silahkan saja.



Takeran Pakan: PEMBERIAN.

* Cukup dua hari sekali saja pagi & sore hari.

* Untuk Cacing Sutra berikan seperempat ujung kelingking jari dewasa saja

* Untuk Cuk Hitam & Cuk Merah Hidup Non (BW) yang berjenis baik, berikan sekitar 20 s/d 30 jenik ekor saja namun jika Cuk Hitam ber ukuran Baby halus bisa di berikan sebanyak 50 ekor jentik, lebih.

* Untuk Pellet Udang 10 butir saja pada pagi atau sore hari nya jangan lebih kecuali memang ikan tersebut memang suka & lahap bisa di berikan sekitar 15 butir kecil saja Cukup.

Proses Rawatan Kolam Oudoor ini biarkan berlangsung selama minimal kurang lebih Dua Mingguan saja setelah itu baru lah Ikan dapat di pindah ke ukuran Aquarium: (Panjang 31cm. Lebar 18cm. Tinggi24cm), lalu setelah Ikan di masukan ke dalam Aquarium tersebut lakukan proses penyedotan 2 hari sekali & seterus nya tambah Air baru & Air (Daun) Saringan Ketapang jika cuaca mulai Dingin jika tidak pun tidak apa - apa, serta lakukan proses penjemuran di pagi / siang hari nya setelah Aquarium Ikan di sedot & di tambah Air endapan (Mineral) baru, selama 20 menit saja.



Selanjut nya Ikan dapat di latih rawat intip kanan kiri atau samping depan & belakang, serta untuk penyortiran Kualitas selanjut nya.



ALASAN, LATAR BELAKANG SECARA FAKTA: HASIL.



* Ikan yang di biarkan rawat di Kolam akan memiliki ke Unggulan lebih Bugar dari pada yang di Rawat di Media Aquarium, Toples & Wadah sejenis nya, karena secara Otomatis Ikan tersebut akan mengalami proses Alami yang secara langsung di rasakan oleh Ikan tersebut, di mana di saat Hujan & sorotan Matahari datang, Ikan tersebut akan merasakan nya.


* Di tambah pola pakan nya yang sangat Se imbang & Cukup tidak berlebihan hanya cukup pagi & sore hari saja, maka Ikan akan tumbuh secara Alami tanpa ada paksaan apapun & biasa nya Ikan akan terus terlihat Bugar Agresif.



* Semakin lama Ikan di Kolam tersebut maka makin baik pula pertumbuhan nya & untuk penyi pon nan (penyedotan) Air kolam gunakan selang yang ber ukuran besar lalu buang sekira nya endapan - endapan daun yang sudah kadarluarsa di dasar kolam Ikan tersebut, sedot Air s/d setengah ketinggian Air kolam tersebut kisaran 10cm ran saja, lalu tambahkan perlahan dengan Air baru endapan sekitar 10 cm ran kembali,. serta di cek pula apa bila ada tanaman air yang sudah membusuk segera di buang namun jika masih bagus biarkan terus di kolam.


* Setiap memasukan Air baru ke dalam Media Ikan apapun jenis yang di gunakan nya wajib lah di saring dengan jenis saringan kotak yang berbahan Halus guna nya agar oksigen Air baru yang di tuang dapat terpecah Oksigen nya secara merata (baik) juga pasti nya dapat meminimalis kotoran Air yang tidak perlu masuk kedalam tempat media Ikan yang di gunakan nya.

* Maka dalam kurun waktu satu bulan kurang lebih, apa pun jenis ikan nya Regular maupun jenis asli Giant, Ikan akan nampak bugar, Bongsor (Extra Large) mungkin bahasa awam nya JUMBO!! & JANGAN KHAWATIR IKAN BAKAL NGE GEREPES RUSAK SIRIP EKOR (DORSAL & FIN) NYA, NAMUN JIKA MASIH TERJADI DEMIKIAN MAKA IKAN TERSEBUT LAH YANG MEMILIKI BAKAT RAPUH PADA BAGIAN YANG RUSAK NYA, & BISA JADI IKAN TERSEBUT TERKENA VELVET NAMUN DAPAT LAH DI PASTIKAN 99 % HASIL NYA IKAN TETAP MULUS, BONGSOR & BUGAR.


Nilai Investasi:



sebenar nya Relatif bisa di katakan Murah atau Mahal balik lagi kepada kemampuan pemelihara Cupang itu sendiri karena di pastikan perlu nya lahan yang Cukup Besar & Aman dari gangguan Tangan - tangan jahil serta gangguan Hewan peliharaan lain nya karena letak nya di Outdoor di mana sudah dapat di pastikan sebaik nya tempat tersebut di jamin aman,. serta Kolam tersebut Nanti nya juga dapat di gunakan untuk Pengobatan Ikan - Ikan yang sakit dari tempat Indoor karena jika Ikan sakit di tempatkan di Kolam tersebut biasanya dapat Pula cepat sembuh nya selama Ikan tersebut memiliki daya tahan tubuh yang baik pula, bahkan tidak perlu di beri Obat - Obatan apa pun kecuali Busung (Kembung) dapat di taburkan Pencahar langsung ke Kolam tersebut, karena unsur Kolam telah terbukti 90% dapat Menuntas kan segala macam penyakit Ikan Cupang,. namun pula harus lah di perhatikan Komposisi Pakan nya jika Ikan sedang mengalami Sakit jangan di beri pakan Macam - Macam selain Cuk Hitam Se Cukup nya saja.


* Selain itu Kolam - Kolam tersebut dapat pula nanti nya sebagai tempat pemijahan, (pembesaran), secara Minimalis s/d Umur 1 bulan nan setelah itu Burayak Dapat di pindah ke tempat yang lebih Besar lagi.


* jadi dapat di pastikan Kolam - Kolam tersebut baik secara Multi Fungsi,. bahkan jika untuk jenis Aduan pun bisa dengan Cara:


Setelah Rawat Putar sekian hari maka Ikan Cupang Jenis Aduan dapat di pindah ke dalam Kolam tersebut selama 3 hari saja setelah itu angkat Istirahat kan beberapa hari lalu Ikan siap di Adu.


Hasil: Ikan Bugar & Agresif namun pola jenis pakan nya tidak boleh dengan cacing sutra, cuk merah hidup pun hanya buat selingan 1 minggu satu kali saja.

* Maka Kolam dapat di buat sesuai kemampuan Biaya yang Anda miliki secara Estimasi nya dapat lah di perhitungkan secara pribadi dengan Bahan Dasar, Semen, Batu Bata & Pipa untuk Saluran Pembuangan Air nya.


Perhatian:


Cara Method perawatan Kolam ini belum dapat di Aplikasikan terhadap jenis Cupang Hias Ekor Lebar seperti HALFMOON & SERIT karena saya pribadi belum mencoba nya,. namun jika untuk kategori PLAKAT REGULAR, GIANT, ADUAN SERTA WILD BETTA, METHOD RAWATAN KOLAM ADALAH YANG TERBAIK!!. Sebelum nanti nya Ikan di pindah ke Aquarium untuk di Display.


Demikian Catatan saya kali ini Khusus nya buat Para Penggemar Ikan Cupang Ber ukuran Bongsor.



Terima kasih semoga Bermanfaat & Selamat Mencoba.

Knowledge is not mine and never be mine, it belongs to everyone who had will to have and spread it

Monday, April 19, 2010

Cara Termudah Membuat Pencatatan Perkawinan Ikan Cupang

Gue orang yang punya banyak kekurangan, salah satunya adalah sifat pelupa. Udah gak keitung lupa apa aja. kadang lupa bawa dompet, lupa bawa duit, lupa kerjaan... banyak dah.

Tapi untuk hobi baru gue ini, ada sedikit perubahan terjadi. disamping banyak juga masukan dari teman-teman sesama pecinta Cupang.

Gue mulai catetin tuh contekan yang gue dapet secara serabutan. Mulai dari catetan tentang Genetika, Air, Penyakit... sampe yang terakhir bikin pencatatan line dan spawn log (breeding).

Untuk mempermudah ingatan ada satu metode yang gue anggap paling mujarab dalam melakukan pencatatan perkawinan (pembiakan cupang). Gue melakukan pembiakan disesuaikan dengan jadwal kontes (baik regional, maupun Nasional), yah minimum kontes yang sekitaran pulau Jawa aja. kalo gak ada, baru tanggal kontes di daerah lain yang jadi acuan.

caranya mudah:
Penamaan lubuk, gue pake kode
DEPOK ABC 1 - n,
BEKASI 1-n,
FATMAWATI LG 1-n,
CIPUTAT 1-n, sampe terakhir
PENINGGILAN APR 1-n.

toh kalo gue lupa, tinggal calling temen2, tentang pelaksanaan waktu kontes

ini juga gue lakukan setiap ada ikan baru (beli or dikasih)

contoh:
EL CT00015 :
Kode, JAYA 5. jenis: Platinum CT. Age: 5 Months, Size: 5 cm. Date: H-7 FATMAWATI LG dan seterusnya.

Tar pas ngawinin enak juga itung2an umurnye, dan kodefikasinya

contoh:
Lubuk CIPUTAT 1

PK 1 pairs: (JAYA 1) Blue Marble Male (size, age) X (AMAN 1) Red Dragon Female (sex age), experimen No: 9, P0 (Parental)

artinya:
ikan cowok yang gue dapet dari Jaya gue kawinin sama ikan cewe dari aman. status mereka dalam line adalah parental.

Lubuk CIPUTAT 2
HM Pairs 2: (Nino 1) Black Copper Male (5,5 cm, 6 months) X (Deddy 1) Abu (Steel Blue) Female (5cm, nn) Experimen No. 10 (Parental)

Ikan Cowok gue lupa dari mana, cewek dikasih Deddy. Parental dan dikawinin pas kontes ciputat.

Beberapa teman menyarankan melakukan pencatatan reguler untuk semua ikan gue. menyenangkan memang.


terus gimana cara anda?

Knowledge is not mine and never be mine, it belongs to everyone who had will to have and spread it

Slipi dan Perkembangan Cupang Hias Indonesia (Bagian 2 - tamat)

Pada pertengahan tahu 1990-an ikan cupang mulai di konteskan dan di pamerkan keindahan fisiknya tapi mereka belum memisahkan kategorinya seperti sekarang yang memisahkan bentuk sirip maupun warnanya. semenjak adanya kontes konsep ikn cupang dahulu sebagai ikan aduan atau laga berubah menjadi ikan hias.

Kontes ikan menjadi lebih semarak sejak ada pembagian kategori warna dan bentuk sirip. untuk warna ikan cupang jenis serit mempunyai dasar warna terbanyak. bahkan untuk dasar ukurannya ada yang ukuran besar (senior) dan kecil (junior).

Cupang serit merupakan cupang asli Indonesia dan merupakan cupang yang dikembangkan pertama kali oleh peternak-peternak Indonesia. Siripnya yang serupa jarum atau berserit yang merupakan kepanjangan tulang sirip. Cupang serit merupakan kebanggaan bangsa Indonesia dalam memberikan sumbangan pada dunia cupang internasional. Hingga kini Indonesia dikenal sebagai penghasil cupang serit terbaik di dunia. Dalam setiap ajang kontes internasional cupang serit Indonesia selalu merajai kontes kategori serit, bahkan cupang serit milik Walet Fish Collection, Batang, Jawa Tengah telah memenangkan gelar kehormatan Grand Champion pada kontes bergengsi Aquafair 2006 di Malaysia dan Aquaria 2006 di China.

Bermula pada tahun 1997 dari bilangan Haji Ten, Jakarta Timur peternak andal Indonesia Ahmad Yusuf menyilangkan indukan impor Thai berwarna biru yang memiliki ekor delta dan bergerigi (biasa disebut gir oleh kalangan peternak lokal). Setelah beberapa kali dikawinkan maka terciptalah cupang serit yang pertama dengan warna biru, hijau, abu-abu dan maskot (Cambodian).

Untuk pertama kalinya pada bulan Agustus 1998 cupang serit turun dalam ajang kontes cupang di Pondok Indah Mall Jakarta. 2 ekor cupang serit warna hijau dan maskot walaupun tidak menjadi juara, namun telah mengundang sensasi, karena cupang tersebut berbeda dari kebanyakan cupang ketika itu yang berekor lilin atau slayer. Cupang serit dua tersebut diminati karena bentuk siripnya yang unik seakan-akan ikan yang sobek dan rusak.

Pada bulan Mei 1999 sebelum pemilu, peternak Slipi, Jakarta Barat mulai mengambil indukan cupang serit dari Yusuf. Mulailah Kamil dan kawan-kawan di.Slipi mengembangkan cupang serit dan menjadikan Slipi sebagai sentra cupang serit nasional hingga kini. Dalam perkembangannya serit berkembang menjadi serit dua, empat hingga serit enam belas. Dan muncul pula varian serit balok, serit balon dan serit silang.

Fenomena serit silang telah mengangkat nama Henry Gunawan atau Henry Yin dikancah percupangan internasional sekaligus mengangkat nama Indonesia dipercupangan hias dunia. Serit silang berwarna merah hasil ternakan Subur Jaelani atau lebih dikenal sebagai .Asiong, asal usulnya pun berasal dari Ahmad Yusuf yang dibeli oleh hobbiis pemain kontes Pohin dan diberikan kepada Asiong untuk dikembang biakan dan disilangkan. Hingga kini serit silang berharga tinggi dan sangat dicari-cari oleh para hobbiis karena belum dapat diturunkan secara terus menerus. Seekor serit silang bisa berharga diatas jutaan rupiah. Karena ekornya yang silang melengkung menyerupai mahkota raja serta masih sangat sulit diperoleh serit silang dinamakan King Crowntail atau rajanya cupang serit.

Bisa terlihat, bagaimana Slipi tidak bisa dipisahkan dari Cupang, dan apakah sejarah baru dalam Perkembangan dunia Ikan Cupang Hias akan kembali terjadi? kita buktikan saja pada tanggal 24-25 April 2010 nanti

Sayangnya beberapa narasumber lain yang saya minta secara paksa dan bujukan tidak memiliki dokumentasi pendukung untuk ini. Untuk itu melalui artikel yang saya susun secara serampangan ini, saya mengajak teman2 untuk melengkapi dan memperkaya khazanah pengetahuan kita.

sumber bacaan:
Atmadjaja, J. dan Sitanggang, M. Panduan Lengkap Budi daya & Perawatan Cupang Hias, hal 13 - 15, Jakarta, Agromedia, 2008

http://www.inbs-club.com/phpbb/viewtopi ... 856#p17481

http://books.google.com/books?id=N5jc0h ... PI&f=false

http://jurnalmedika.com/edisi-11-2009/1 ... -sppd-khom

http://sucipto.web.id/info/category/sejarah/page/6/

http://hkbp-slipi.blogspot.com/p/sejara ... pi_24.html

http://artikelindonesia.com/search/Seja ... -+Forum+...

http://infoikancupang.blogspot.com/2009 ... nesia.html

http://dev.progind.net/modules/smartsec ... itemid=117

Knowledge is not mine and never be mine, it belongs to everyone who had will to have and spread it

Peninggilan dan Masa Depan Cupang Hias Indonesia

Bogor, 19 April 2010

Pertama kali gue nginjekin kaki di salah satu sudut Tangerang ini, kesannya panas banget. beda ama rumah di Bogor. Emang sih gue datengnya jam 1 siang....karena takut nyasar, aye terus kontek2an ama bang Yoxx and Agie. salah dua temen yang ngenalin gue ada yang namanya kontes ikan cupang hias ... Beberapa kali Agie mengajak gue ikutan, cuma karena jauh (Purwokerto, Tulung Agung) yah menitipkan saja, itung-itung carpeng (cari pengalaman) modalnya ikan-ikan seadanya yang gue dapet di pasar pagi.

Juga ketika kontes regional Peninggilan diadakan (kalo gak salah bulan Januari). Gue nekat pengen tau ah suasana kontes. Bergegaslah gue cabut bareng bini, bermodalkan alamat yang gue gak pernah tau sebelumnya. Tapi ternyata, Peninggilan menyimpan banyak banget potensi.

Terlepas dari suasana kontes pada waktu itu, gile masih ada kebonan luas. Jejeran akuarium penuh burayak, n induk jantan yang lagi jagain anaknye. bener2 kayak orang norak, gue gak peduli hiruk pikuk panitia mengumumkan hasil kontes, yang gue tau ada ikan gue yang waktu itu didaftarkan atas nama Agie masuk nominasi... asli seneng banget.

Dan pertama kali juga gue dikenalin agie sama beberapa Petani, dan Peserta kontes pada waktu itu. cuman Bag Usin yang waktu itu nyangkut di kepala (maklum otak gue dikit). Kesan pertama dari komunitas cupang ini, hangat, akrab dan friendly. Gue demen ama yang kayak gini. Mbak eto, satu2nya ornag paling cantik dalam komunitas tersebut, gak sungkan2 nawarin rambutan hasil jarahan salah satu anggota komunitas. Sayangnya gue gak demen rambutan.

Kemarin, Kunjungan gue yang kedua. Gue belain konvoi bareng Bang Zaldi... (beberapa kali bang Z kudu berenti nungguin gue yang lelet bawa motornye... gue kalo bawa motor kayak bawa gelas... pelan boss, secara orang jawe gitu loh... alon-alon asal klakon. satu yang pasti kenapa gue pengen balik lagi ke tempat ini. Kangen. apalagi ama tongseng di sebelah Pom Bensin-nya

Terus udah beberapa kali Lana, Om Boy, Temen2 BBP ngajak maen. Walaupun Bokek... cuek ajah, turun dan meramaikan, itu pasti (gak ngarep juara dah). dan Kontes kemarin jadi momen yang tepat.

Ada sedikit yang berubah... disono ada bekas bak mandi yang isinya burayak naga warna warni.

Pas gue lagi asik ngeliat burayak2 itu, Ada 3 anak kecil usia 6 - 12 tahun yang menyapa... Bang, kalo mau bahan dragon banyak tuh di gelas aqua, baru naek lubuk.

Kaget dong gue, wew, anak sekecil itu udah kenal lubukan? pertama gue acuhin, tapi beberapa penjelasan mereka tentang ikan cupang jelas jauh diatas pengetahuan gue tentang Cupang hias ini.

Mereka gak segan nerangin masalah warna pada ikan cupang, kelebihan, form, pakan dan lain-lain. ala mereka. Salut gue sekaligus malu (ini jadi motivasi gue buat terus menekuni ilmu satu ini). gak cuma ke gue, tapi juga ke orang-orang yang datang melongok botol2 aqua itu.

banyak cara yang mereka tawarkan untuk menarik perhatian gue.

"[i]Bang, kalo gak buru-buru bisa keabisan loh, soale ikan disini cakep2[/i]"... diangkat salah satu botol dan ditunjukkan ke gue. "[i]Ini namanya black dragon moster, liat bukaan ekornya bang, umurnye baru 2 bulan, belum bisa turun di baby. tunggu gedean dikit lagi[/i]"

Emang, begitu gue perhatiin tuh botol, mereka gak bo'ong. Untuk upaya mereka gue acungin jempol. gue pilih macem2 warna waktu itu, bukan cuma untuk menyenangkan hati mereka. tapi karena gue demen juga ama ikan itu. sempet pilih2 ikan, n minta di pisahin tapi begitu ditinggal beli minuman... eh udah ada di tas orang lain

Antusiasme ini juga muncul ketika mereka berebut untuk mengemas ikan, slep, slep, slep... kerjanya sigap... walaupun masih ada kekurangan (ikatan plastik kurang mantap... tapi gue juga kayak gitu). sesekali kakak2nya turun untuk ngejelasin n ngajarin ke mereka cara mengemas yang benar (gue juga nyimak).

Satu yang pasti kesan gue begitu melihat ini. Optimisme bahwa Dunia ikan Cupang Hias Indonesia akan terus ada. Mudah2an antusiasme para cupanger kecil ini terus terjaga, tapi gue berharap mereka gak ninggalin bangku sekolahnya untuk hobi menyenangkan ini.

Salut buat Peninggilan dan generasi penerusnya, dan buat cupang Indonesia. dan buat gue... koleksi akuarium soliter gue nambah lagi warna-warninya, gak tau kalo suatu saat ikan di akuarium soliter gue bakal muncul di kontes-kontes ke depan.

Sekali lagi... Bravo

Knowledge is not mine and never be mine, it belongs to everyone who had will to have and spread it

Thursday, April 8, 2010

Kiat Sukses Wirausaha Cupang Hias

Kiat sukses berwirauasaha ikan cupang memang cukup menjanjikan, karena penggemar ikan yang satu ini bukan hanya dari kalangan anak-anak saja tapi juga dari kalangan dewasa pun sangat menyenangi jenis ikan hias ini,,, begitu pula dengan saya…dalam artikel ini yang akan kita bahas adalah kiat sukses berwirausaha ikan cupang.

Ikan cupang terbagi menjadi dua menurut fungsinya/variantnya yaitu:

1.cupang hias

Cupang hias merupakan jenis ikan cupang yang lebih cenderung digunakan untuk hiasan, bukan pajangan dinding atau hiasan lainya,,tapi cupang hias ini lebih cenderung menjadi hiasan aquarium, Cupang hias lebih cenderung mempunyai bentuh tubuh dan warna yang indah, biasanya cupang hias memiliki ekor yang panjang karena alasan itulah jenis dari cupang ini dijadikan cupang hias, pada artikel ini saya tidak akan menjelaskan apa itu ikan cupang secara mendetil ,,artikel berikutnya baru saya akan membahasnya secara mendetil.

Cupang hias pada kenyataanya sangat banyak yang menyukai dan memeliharanya, hal ini berarti suatu prospek bisnis untuk menjadikan cupang hias sebagai wirausaha kita yang baru, harga cupang hias dipasaran sangat variatif hal ini disebabkan banyaknya variant dari cupang hias tersebut, rata-rata harga cupang hias dipasaran berkisar antara Rp.10.000-Rp.500.000.

Memelihara cupang hias juga tidak sembarangan, ada trik dan cara husus untuk memeliharanya agar cupang hias terlihat menarik, jika kita terlihat menarik maka akan menarik minat para pembeli untuk membeli cupang hias anda, hal ini dilakukan karena banyaknya persaingan dalam hal wirausaha ikan hias ini, mau tidak mau anda harus mempunyai cupang hias yang berkualitas dan dengan harga yang murah.

Rahasia berwirausaha cupang hias adalah anda harus mengembangbiakan cupang hias tersebut kerana jika anda membeli bibit cupang hias maka anda harus mengeluarkan modal secara terus menerus, asumsikan jika anda membeli satu ekor bibit cupang hias berumur satu bulan dengan harga=Rp.5000 dan anda harus memelihara cupang hias tersebut selama 3 bulan agar cupang hias tersebut mempunyai harga yang lebih tinggi karena sudah terhitung cupang hias dewasa, asumsikan jika anda menjual cupang hias tersebut dengan harga =Rp.10.000, anda hanya mendapatkan untung sekitar Rp.5000, bayangkan jika anda membeli ratusan bibit cupang hias berapa modal yang anda perlukan ketimbang anda harus mengembangbikan sendiri.

Indukan cupang hias mempunyai harga yang variatif, dalam hal ini saya akan memberikan kiat sukses berwirausaha cupang hias, hal ini pernah saya lakukan ketika saya menjadi peternak dan pewirausaha cupang hias, yang pertama adalah:

-jika target pasar anda bukan kolektor cupang hias atau target pasar anda hanya para penyenang cupang hias, belilah indukan cupang hias yang harganya berkisar Rp.10.000-Rp.50.000 saja, ingat anda bukan kolektor cupang hias tapi anda adalah pembisnis cupang hias, saya sarankan untuk membeli 5 ekor indukan cupang hias jantan, dan 10 ekor indukan cupang hias betina, pilihlah cupang hias yang menurut anda bagus dan menarik,dan perhatikan kerapatan sirip-sirip cupang hias tersbut,saat membeli indukan cupang hias jantan pilihlah yang berukuran besar, betina pilihlah yang sudah siap bertelur dan berkualitas,,karena pada cupang hias gen pada anakan cupang hias akan lebih cenderung mirip ke ibunya(sibetina),oleh karena itu carilah indukan betina yang benar-benar berkualitas.

-tempat untuk pemeliharaan cupang hias harus besar, usahakan menggunakan aquarium jangan menggunakan toples atau botol yang berukuran kecil, perkirakan saja wadahnya antara lebar 30 cm,tinggi 20cm,,jangan terlalu besar pula karena akan menghabiskan tempat dan saat penggantian airnya akan merepotkan..ya anda pikirkan permasalahan wadah ikan tersebut harus dapat mempbuat cupang hias tersebut merasa leluasa bergerak dan melebarkan sirip-siripnya.

-gantilah air tempat cupang hias berada sebanyak 1 atau 2 hari sekali, tergantung ukuran wadah tempat cupang hias tersebut dan kejernihan airnya,saat mengganti airnya guanakanlah air yang telah di enabkan atau jangan gunakan air yang langsung dari keran atau pam air karena ph air yang langsung dari keran atau pam sangat tidak sesuai untuk cupang hias, setelah air diganti sebelum cupang hias dimasukan taruhlah garam dapur sedikit saja sesuaikan dengan ukuran wadahnya, saya sarankan menggunakan sendok kecil untuk makanan anak-anak karena ukuranya sangat kecil dan mudah untuk mengatur banyak garamnya, hal ini dilakukan agar mencegah cupang hias dari penyakit.

-berikan Blitsitz atau rendaman daun ketapang, mungkin jika anda mencari daun ketapang sudah sangat sulit tapi sekarang ada gantinya yaitu blitsitz atau lebih dikenal dengan obat tetes ikan yang berwarna biru ,yang dijual di setiap took-toko ikan hias, harganya murah ko berkisar antara Rp.10.000-Rp.15.000, berikan blitsitz saat mengganti air dengan takaran satu tetes saja.

-pemberian pakan cupang hias, pemberian pakan lebih baik dilakukan 2 kali sehari, dan pemberian pakan lebih baik berupa jentik nyamuk yang masih berukuran kecil jangan gunakan jentik nyamuk yang berukuran bersar atau yang hamper menjadi nyamuk.

Cukup sekian dulu ya…mohon maaf saya akan menyambung artikel ini pada artikel berikutnya….nanti pasti saya lanjutkan ko…jika ada pertanyaan atau masukan tuliskan pertanayaan dan masukan di komentar…

terimakasih…

sumber: http://www.panduan-sukses.com/kiat-sukses-wirausaha-cupang-hias/

Knowledge is not mine and never be mine, it belongs to everyone who had will to have and spread it

Monday, March 1, 2010

From Bekasi With Love

Sekedar Sharing dari Kontes (resmi) yang saya alami.

Salah Info
Sok tau tingkat tinggi campur pede, dateng sabtu (karena pengalaman sebelumnya di Depok) sampe bekasi square pukul 20.00 wib menemukan panitia tengah berbincang di lokasi pelaksanaan kontes. arena belum ada aquarium. tuit tuit, tapi perhitungan saya tetap benar, karena gak mungkin dari bogor subuh buat ngejar masuk ikan mepet dan saya punya rencana untuk menginap di sekitaran Bekasi saja, Kali Abang lebih tepatnya. Maklum buta Bekasi.

Salah satu panitia menegur, "woi tukang poto keliling, ikan baru masuk besok" --> namanya gak kenal, tapi wajah sudah saya kenali dengan baik.

Saya cuma bisa nyengir kuda, teman saya juga mengingatkan hal sama. "ah cuma pengen survey tempat aja kok biar besok gak nyasar, akuariumnya belum dipasang?" Tanya Saya (kebohongan 1). besoknya tetep aja saya nyasar sampe tambun, salah belok dari

mungkin panitia ini bisa membaca pikiran saya. dia dengan santai berujar. "dari manajemen gedung bilang, kita baru bisa loading properti setelah jam toko boss", liat-liat bawaan saya dia nanya lagi "Gak bawa kamera?"

"wah, tadi ujan, takut kameranya keujanan" (kebohongan kedua). padahal kelupaan. Perut laper, tapi makanan yang disediakan counter2 food court gak menarik perhatian saya.

Saya dan teman (tempat saya akan menginap) memutuskan untuk tinggal sampai akuarium diperbolehkan masuk. Di sekitar tempat kami duduk-duduk satpam dengan tajam mengawasi gerak-gerik panitia dan hobiis pemula.

Tiba saat loading properti, ada keinginan untuk membantu, cuma dicegah oleh panitia --> panitia yang bertanggung jawab dalam hati saya.

Pelaksanaan Kontes
Datang telat karena nyasar, terlihat calon peserta dan panitia sibuk (hampir sama dengan yang saya alami waktu di depok). Pilih2 ikan, ngobrol2, ngopi2, ngerokok lagi, becanda dan bergurau.

Tiba di tempat, saya sempatkan mengirimkan sms untuk menanyakan ke tetangga, karena belum nemu.

gini bunyi SMS-nya. "Bang Zaldi, gak ke Bekasi".
balesan: "wah lagi ada tamu nih, saya nitip aja sama DJ dech"
(kelupaan lagi)

Manajemen gedung juga sigap, setiap melihat komunitas betta mengeluarkan rokok, mereka langsung menyodorkan asbak atau tatakan (makanya jangan buang abu dan puntung sembarangan bro).

Beberapa teman komunitas menegur dan sempat berbincang dengan saya, seputar foto2 kurang ajar yang saya publikasi (mbak eto, kang abu, pak wawan, mas Ruli, mas Feri dan lain-lain)

Ada beberapa figur yang saya tidak temui di arena kontes kali ini, bang Yos, om Anton, Om harry. dan beberapa figur lain yang namanya belum ada di list saya (maaf atas ketebatasan ingatan saya ya).

Kontes berakhir larut, dipikiran cuma ada, jam berapa gue sampe bogor. Udah di parkiran, periksa semua kantong, tiket parkir ilang. Nasib

Tambah pengetahuan
Kontes adalah salah satu ajang tepat untuk terus menggali pengetahuan seputar merawat cupang, menyiapkan ikan cupang untuk kontes, pakan dll. Ini momen yang selalu saya tunggu. Mungkin diselingi kesibukan, kadang info dan pengetahuan terus saya kejar dari beberapa sumber, seperti om Boy Liem, boss Enggan bersaudara, kang Abu lagi.

[color=#40BF00]Ada peningkatan dan pembenahan[/color]
Kontes berakhir meninggalkan sejumlah pekerjaan besar juga, buat saya sendiri, komunitas betta, panitia, dan BMII sebagai salah satu induk perkumpulannya.

Badan memang tidak bisa berbohong, setelah dua hari bolak-balik naek beat nggendong ikan (pulang ikan berkurang, tuker ama sebiji piala), kerasa dah sekarang pegel-pegel seluruh badan, badan cenut-cenut. Besok-besok cari tumpangan ah sama jalin komunikasi lagi sama betta di seputaran bogor. Maaf ya semua betta mania bogor.

Kalau diadakan perbandingan antara DeTOS, Jogja, Semarang. Terlihat animo makin terasa besar, tapi jumlah peserta kok gak bisa memecahkan rekor ya. harapan saya sih angka peserta ini makin ke depan makin besar juga.

Puas, Lemas, dan pengen lagi meramaikan dunia cupang Indonesia.
Knowledge is not mine and never be mine, it belongs to everyone who had will to have and spread it

Thursday, February 11, 2010

Tail Biting, Perilaku Genetis Betta

oleh : elnino

Pernahkah kita merasakan kecewa ketika membuka kiriman paket yang di tunggu – tunggu? Kiriman Cupang (Betta) yang memang kita sangat dambakan, dan akhirnya bisa terbeli. Betapa kagetnya kita setelah mengetahui bahwa betta yang ada dalam paket tersebut sudah kehilangan setengah dari ekornya, Marah atau kesal pastinya, tak jarang bila kita merasa tertipu. Padahal betta tersebut di beli dari farm atau breeder yang ternama, apalagi biasanya tercantum prasyarat bahwa segala kerusakan selama pengiriman diluar tanggung jawab penjual. Atau ketika pulang dari kantor, kita menemukan betta HM kesayangan yang ada di aquarium terlihat lesu, dengan serpihan ekor tersebar di lantai aquarium?

Salah satu daya tarik betta terletak pada keindahan ekornya, salah satu kriteria penilaian dalam kontes-kontes ikan cupang yang di adakan selama ini dikelompokkan pada kelas ekor, dan itu juga yang dapat membedakan jenis betta satu dengan yang lain. Sejauh ini ada beberapa jenis yang sering diperlombakan. Halfmoon, Plakat, Double Tail, Rosetail, Delta (Slayer), dan tentu saja jenis ekor kebanggaan kita karena produk asli anak bangsa Crown Tail (Serit). Namun seketika daya tarik itu hilang ketika ekor betta mengalami kerusakan.

Apa Sebenarnya yang menyebabkan kerusakan ekor betta
Memang kerusakan ekor umumnya terjadi bila betta tersebut di tempatkan dalam satu tempat dengan betta yang lain. Harus kita sadari adalah, betta adalah ikan soliter yang tidak bisa dicampur.

Dalam beberapa kasus yang terjadi, ada perilaku aneh pada betta, yaitu mengigiti ekornya sendiri. Perilaku ini umum terjadi pada jantan, tapi tidak sedikit juga terlihat pada betina, terutama untuk jenis ekor dan sirip panjang. Apa yang menyebabkannya? Stress, itu yang pasti. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan betta tersebut menjadi stress

Stress. Kondisi ini biasa ditemui ketika cupang berada dalam pengiriman. Selama pengiriman betta ditempatkan di dalam plastik beroksigen, namun kondisinya sangat gelap dan ukuran kemasan yang sangat kecil. Guncangan – guncangan mengakibatkan stress pada betta, kadangkali posisi ekor menyentuh wajah betta, secara otomatis dan naluriah, betta akan melakukan “self defense” dan menganggap bahwa yang mengenai wajahnya adalah ikan lain. Pada jenis plakat dan betina, kondisi ini juga bisa terjadi, karena tubuh betta selama pengiriman dalam posisi meringkuk.

Kadang kala untuk melihat keindahan sirip dan ekor betta, kita menempatkan lampu penghias, sehingga ketika malam tiba, betta masih bisa terlihat. Padahal mata betta sangat sensitif terhadap cahaya dan gerakan. Intensitas cahaya yang kuat dan berlebihan dapat mengakibatkan kebutaan sehingga betta mengalami kebingungan yang luar biasa. Jangan kaget bila kita memasang lampu 24 jam, lalu menemukan sisa-sisa potongan sirip dan ekor pada lantai akuariumnya.

Kondisi lain yang dapat membuat betta stress adalah kita terlalu memantau, pada saat betta menajga telurnya atau anak2nya. Mengontrol ikan cupang yang sedang menjaga telur atau burayak memang perlu, tapi harap diingat intensitasnya. Memang sebuah kebanggan dapat membiakkan betta kesayangan kita.

Genetik. Beberapa penelitian menyebutkan, bahwa “tail biting” merupakan sifat genetis dari setiap betta, yang bisa diturunkan. Jadi setiap betta berpotensi untuk memiliki sifat “tail biting”, terlebih dengan sensitivitas dan pengaruh stress dari betta itu sendiri.

Pemberian Pakan dan Higienis. Intensitas pemberian yang tidak teratur, atau betta dibiarkan terlalu lama dalam kondisi tanpa pakan dalam aquarium, atau kondisi air yang kotor membuat betta juga menjadi stress. Perlakuan kasar juga dapat menimbulkan stress pada betta. Tidak benar bila kerusakan ekor betta disebabkan oleh kemampuan meregangkan sirip-siripnya yang indah.

Pengaruh rusak ekor dan penanganan
Rusak ekor atau sirip adalah luka terbuka yang rentan dan bisa memancing datangnya jamur dan parasit yang merugikan bagi kesehatan betta. Tidak jarang bila kondisi tersebut dibiarkan larut, kematian juga terjadi.

Bila betta telah mengalami kerusakan ekor, bila terlambat, jangan kaget bila kemudian kita menemukan betta kesayangan kita sudah tidak bernyawa. Segera lakukan langkah untuk mencegah berkembangnya jamur atau parasit. Obat2an ikan seperti blitz itch, reid all, fishmate, atau root stop dan pencegah jamur yang mengandung melafix dengan dosis sesuai dengan yang dianjurkan. Untuk kondisi ringan sirip betta akan kembali sehat, walaupun tidak akan bisa sama persis dengan kondisi semula sebelum rusak ekor terjadi.

Daya tarik betta terletak pada keindahan sirip, bila sirip rusak otomatis menjatuhkan “nilai jual” dari betta itu sendiri. Untuk breeder ini tidak menjadi masalah, dari pengalaman beberapa breeder, mereka tetap membiakkan betta tersebut walau siripnya sudah rusak. Sifat rusak ekor ini tidak diturunkan kepada burayak2nya.

Perhatikan kualitas air dari aquarium tempat betta. Jangan pernah lengah dalam mengatur kualitas air tersebut dengan menggantinya secara periodik atau kondisi tertentu, apalagi pada saat awal musim hujan yang berpengaruh juga terhadap kadar kimiawi air tersebut.

Biasanya dalam pengiriman, betta diberikan sedikit daun almond ke dalam air, fungsi daun almond ini bila menyerap dalam air adalah dapat memberikan ketenangan (bius ringan) pada betta selama pengiriman. Dosis yang diberikan disesuaikan dengan jarak tempuh dan lama perjalanan.

Perhatikan pemberian intensitas cahaya lingkungan sekitar aquarium, atau pada saat pemotretan betta. Jangan pula membatasi, karena cahaya juga berpengaruh pada hasil foto betta menajdi llebih mengagumkan.

Siapa yang tidak senang bila betta kembali sehat. Mari kita jaga betta kesayangan kita, dan juga melestarikan salah satu kekayaan sumber daya alam hayati Indonesia. Jayalah Betta Indonesia.

Elnino (dari berbagai sumber)

Posted under real circumstance, source will be published and will not claimed as its own writing