oleh Elnino Sutrisno pada 20 Juli 2010 jam 2:56
Bandung, 18 Juli 2010. Indobettas News
Memulai lagi ternyata tidak Mudah
Waktu menunjukkan pukul 10.30 WIB di Pasar Ulegan, Johannes Resano atau akrab ditelinga pecinta cupang hias dengan panggilan Jo tetap tidak dapat menyembunyikan kegelisahannya. Bagaimana tidak, bila melihat akuarium yang disediakan BOMB, panitia penyelenggara perhelatan Hybrid Betta Contest tidak mampu menampung antusiasme peserta yang turut berpartisipasi. Sebut saja pasukan 1212, dan BEBAS yang masih belum membuka kemasan berisi Cupang Hias belum juga dituangkan ke ajang kontes tersebut. Kegelisahan makin kentara ketika kotak-kotak cupang raksasa D2L memasuki arena.
Sesekali di tengok seluler ditangannya yang hampir tak pernah berhenti berdering, entah itu panggilan masuk atau sekedar pesan singkat. Memberikan petunjuk jalan untuk para penilai yang dipercaya menentukan pemenang hari itu. Arena kontes tampak kentara di tengah kios-kios ikan hias yang melompong, bisa dihitung jari saja yang masih aktif, selebihnya tak terurus.
“Punteun, geura di cek kahandap, sugan weh aya akuarium nu nganggur di kios-kios, lamun teu bisa di injem, bayarkeun weh. (Minta tolong, cepat cek ke bawah, mungkin aja ada akuarium nganggur yang ada di kios-kios, kalo gak bisa dipinjam, bayarin aja - Sundanese red)” Ujar Jo pada balad BOMB - Betta Owner Mania Bandung yang tampil dengan balutan kaus putih. “lamun aya keneh laukna, asupkeun kana botol heula, bersihkeun ngangge gareum teras di kadiuekeun. Nuhun nya (kalo masih ada ikannya, masukkan ke botol dulu aja, bersihkan pakai garam, cepat bawa kesini) ”. Tambah Jo
Masih belum yakin, Jo mendatangi Fuad (Fuad Achdiat-red) yang rela menjelajah dari Pacitan kembali ke kota kembang untuk meramaikan acara ini. Lama juga pecinta cupang hias tidak menjumpai sosok Fuad di arena kontes ikan cupang hias nasional. Ini kali pertama beliau melakukan come back.
“Di imah ente aya akuarium sabaraha? Punteun Ad, bawakeun kabeh kadieu euy, bisi kirang keneh” (di rumah ada berapa akuarium, minta tolong dong Ad, bawain aja kesini ya, gue takut kurang).
Fuad tidak menjawab dengan kata – kata, Cuma anggukan dan senyum kecil. Dengan sigap ia seerahkan kunci kendaraan ke adiknya untuk mengambil semua akuarium yang ada di rumah. Wajahnya juga tak lepas dari kekhawatiran.
Seakan mengerti akan situasi tersebut. Baik peserta maupun tim Juri menunggu dengan sabar. Momen ini dipakai oleh para pecinta cupang untuk berbincang, mulai dari kondisi jalan, tentang ikan cupang, burung sampe piala dunia yang baru usai.
“Bang Edi, Bang Iyus, Bang Arif… sadaya… terima kasih udah datang, tapi mohon sabar ya, banyak yang belum bisa masukkin ikan euy” . Tampak di salah satu kantong jaket denim yang dipakai, tersembul bungkusan berisi plakat raksasa, karena kantong lainnya sudah berisi Bon-bon pembelian akuarium.
Edi (Sudrajat) mengacungkan jempolnya. Pesanan Kopi dan penganan kecil disudut arena mulai datang dan ditempatkan di tengah riungan tersebut.
“Santai Jo, ente beresin aje dulu… Kite juga masih mau ngobrol – ngobrol kok” Sahut Enggan dengan senyum.
Kerap juga Jo mendatangi para peserta untuk memohon kesabarannya. Termasuk kepada Pak De (panggilan akrab Johan, pria asal Semarang) yang datang seraya membagikan brosur kontes berikutnya yang kebetulan diadakan di kota beliau pada awal Agustus nanti.
Hendra (Hendra Satelit Surabaya - Red) yang muncul agak siang juga tak kalah kaget begitu mengetahui proses penjurian belum dimulai. Seraya melongok arloji di tangannya dan melihat situasi yang terjadi, beliau memaklumi, sudah pukul 14.00 WIB dan penjurian belum dimulai. Padahal beliau bertolak dari timur Jawa sejak Jum’at. Tidak dapat disangsikan kecintaan dan totalitas Ayah dua anak ini akan Ikan Cupang Hias.
“Walaupun Jadwal di Surabaya harus mundur, saya mengerti. Karena Bandung sudah lama sekali tak ada Kontes Nasional. Terlebih kondisi saya kemarin memang tidak fit, Kena DBD. Ha ha ha ha” Ujar Hendra pada penulis ketika ditemui. “Mudah-mudahan antusiasme seperti ini bisa menular untuk daerah Jawa bagian tengah dan Timur dan pulau lain. Dengan di undurnya jadwal di Surabaya, kita bisa lebih maksimal merencanakannya, jangan lupa datang, sing penting silaturahmi-ne”.
The Show Must Go On
Perhelatan terus berlangsung, sementara diluar pasar, air mengguyur deras dari langit. Tak ayal jalan Pagarsih berubah menjadi sungai besar setinggi paha orang dewasa. Panitia satu persatu menyebutkan Plat Kendaraan dan meminta untuk memindahkan kendaraanya ke tempat yang lebih tinggi. Dari lantai 3 bisa terlihat kendaraan sudah tidak ber-roda lagi, terendam air bercampur tumpukkan sampah yang terbawa arus. Permasalahan yang memang jadi perhatian khusus pemerintah kota Bandung dalam pengelolaan DAS Citarum dan kepadatan pemukiman yang makin menggerus keberadaan salah satu Daerah Aliran Sungai terbesar di pulau jawa itu.
Sementara momen ini juga dimanfaatkan peserta – peserta dari luar kota untuk sekedar berkeliling menikmati keindahan kota kembang untuk mencari buah tangan dan penganan khas. Sebagian peserta mengisi kios-kios yang memang kosong untuk sejenak memejamkan mata dan menggunakan tas yang dibawa sebagai alas kepala dan Koran bekas alasnya. Tengok saja betapa Husin dan Arif (Depok) begitu terlelap akibat perjalanan yang mereka tempuh menggunakan sepeda motor!
28...450... 536, dan Hattrick si ekor pendek Biru
450 akuarium yang disediakan memang benar tak bisa menampung 536 cupang hias yang berlaga dalam 28 kelas hari itu. Tampil sebagai juara Umum Kaisar United dari Banten yang trophy-nya secara langsung diterima oleh Ibu Desi. Sementara tempat kedua dan tiga diraih oleh Steven Rikumahu (Batam) dan Abu Fardin.
Hybridbetta Contest juga menjadi saksi bagaimana seekor Plakat Biru menjadi Grand Champion untuk Ketiga kalinya. Ikan ekor pendek ini milik salah seorang pecinta cupang hias yang sudah dipanggil terlebih dahulu oleh yang Kuasa, Tommy. Mudah-mudahan prestasi ini menancapkan namanya di hati semua pecinta cupang hias dan motivasi tersendiri. Dan beliau tenang disana. Sementara GC Halfmoon diraih oleh Borneo Betta Club, dan untuk kelas Crowntail oleh Kaisar United (Banten).
Wajah Jo, sudah lebih rileks ketika menyerahkan piala. Diselingi kelakar karena lampu di Trophy GC dan JU yang mulai redup.
“Jangan Khawatir, Saya akan memberitahukan cara menyalakannya dan Charger besertanya”. Tak ayal disambut gelak oleh peserta yang datang.
Selamat untuk para pemenang, tanda kebangkitan ikan cupang hias terus terjaga, dan sampai bertemu di Museum Fatahillah, Cibinong, Semarang, Banten, Surabaya dan kota-kota lainnya. (Jo/Dije)
Knowledge is not mine and never be mine, it belongs to everyone who had will to have and spread it
Monday, September 6, 2010
Wednesday, May 19, 2010
Kala Timur Mendominasi Barat
Jauh sebelum pelaksanaan perhelatan akbar ini, banyak perdebatan terjadi. Baik secara maya melalui forum di tempat para cupangers ngumpul (http://www.indobettas.com), situs jejaring sosial terkenal (facebook-red), atau beberapa jaringan lain yang tidak dapat direkam baik oleh saya. Padahal, kontes itu sendiri belum dimulai.
Lihat saja beberapa gejala yang terjadi, mulai dari menghilangnya beberapa jenis ikan SQ di pasaran. Maraknya penjualan ikan dan meningkatnya permintaan akan ikan-ikan cupang hias baik di tingkatan breeder, penjual, sampai pemain ikan. Satu kejadian unik dirasakan sendiri oleh penulis yang harus bangun, hanya untuk membalas sms dari beberapa pecinta cupang yang menanyakan tentang stok ikan cupang hias di rumah. Ujung-ujungnya, penulis harus mengecewakan pecinta ikan cupang tersebut, karena satu dan lain hal. Pertama, “there is no such things as a good fish” dimiliki oleh penulis, bilapun ada, ikan-ikan tersebut sudah melewati masa keemasan mereka dan memulai tugas mereka untuk mengasuh calon-calon juara masa depan. Tapi ini tidak juga menghentikan langkah mereka untuk mendapatkan cupang hias kualitas kontes.
“kalo emang yang lagi jagain anak masih bagus, berapa harganya? Kalo perlu angkat aja ama burayak2nya” begitu sekelumit bunyi sms yang pernah diterima penulis jam 12 malam.
Ini juga yang menimbulkan “sense of curiousity” penulis untuk terlibat langsung di dalam perhelatan akbar tersebut. Seademikian tinggi-kah animo yang sudah terbangun di kalangan para pecinta ikan hias yang notabene, penyebaran mayoritasnya ada di bumi pertiwi ini?
Bring Indonesia’s Crowntail Dignity Back to Slipi
Slipi, adalah awal segalanya, dan Kontes Ulang Tahun BMII adalah upaya untuk membangkitkan lagi semangat nasionalisme dalam tubuh setiap pecinta ikan hias ini. Terutama untuk crowntail, yang memiliki nilai historis tersendiri bagi pecinta cupang hias di Indonesia.
Mari kita simak sejenak kutipan yang diambil dari tulisan wong londo, pada sebuah situs ikan cupang.
“The last 5-10 years another type of tail was developed. An Indonesian breeder, Ahmad Yusuf, developed the crowntail. Here the rays extended to outside the edges of the fin. This is why the fins get a "comb-like"appearance (is also called the combtail treat).” (van Esch, 2004)
Ini menjadi pertanda bagaimana crowntail jerih payah keringat Indonesia begitu dihargai dimata dunia Internasional. Dan Slipi mempunyai daya magis untuk mewujudkan hal tersebut.
Dan benar saja, walaupun memang dalam tiap kontes suasana kekeluargaan yang tak pandang status sosial, kelas umur selalu dapat ditemui. Kontes slipi mempunyai daya magis tersendiri. Ada sosok Ahmadi (KOBAPI), Martin (Mantan Ketum InBS), Hermanus Haryanto (Ketua BCI) dan beberapa sesepuh lain juga sempat hadir dan berbagi pengalaman serta pengetahuan mereka. Tak terhitung juga jumlah breeder dan pecinta ikan cupang hias yang hadir dan meramaikan pada hari itu.
Ini juga yang memotivasi beberapa pecinta cupang hias Indonesia untuk membuktikan sumbangsihnya bagi kemajuan cupang hias indonesia. “Apapun saya lakukan untuk memajukan dunia ikan cupang hias indonesia, gak peduli berapa ikan yang saya harus masukkan hari ini, sing penting bisa terus meramaikan, lah wong ulang tahun khan cum setahun sekali!” tukas Hendra (atau dikenal dengan nama Hendra Satelit), pria asal Surabaya yang tak segan berdiskusi dan bercanda dengan para pecinta cupang hias lainnya. Total lebih dari 100 ikan yang beliau masukkan menjadi peserta kontes, atau kira 12,5% dari 816 ikan yang tercatat di meja panitia. Sebuah rekor fantastis, terbilang sejak pelaksanaan kontes di Lapangan Banteng lebih dari 2 tahun lalu. Yang membedakan, 816 ikan yang bertanding, semua memang layak bersaing.
Saat Timur Kuasai Barat
Kawasan timur Sumatra (Pekanbaru, diwakili oleh Gerot Farm (289 poin) dan Betta Showroom (239 poin) di peringkat 1 dan 2 Juara Umum-red) dan Jawa (Surabaya, diwakili oleh Hendra Satelit dengan 167 poin) menunjukkan kekuatannya dalam ajang kontes Slipi (Jakarta Barat) ini. Lihatlah bagaimana ketiga jajaran Juara ini begitu menguasai jalannya kontes. Hampir selalu ada ketiga nama tersebut dalam setiap pengumuman Juara di tiap kelasnya.
Dan ini juga yang harus kita lakukan untuk memperjelas supremasi dunia timur ke barat. Ini juga yang harus sama-sama kita buktikan sebagai orang timur untuk terus mengibarkan kejayaan serit di dunia barat. Ini juga yang menjadi perhatian dari para pecinta cupang di Indonesia, termasuk keinginan Hermanus Haryanto disalah satu topik pembicaraannya dengan penulis.
“Bagaimana caranya, kita harus mengembalikan lagi kejayaan tersebut. Terus terang, serit kita selalu diakui oleh teman-teman di luar negeri dalam setiap kesempatan kontes Internasional yang diadakan” jelas Hermanus, bercerita tentang pengalamannya bertanding di kontes ikan cupang hias Internasional. “Perjuangan saya juga tidak akan sampai kesana bila tidak mendapatkan dukungan dan restu dari teman-teman semua disini. Saya tidak pernah memandang, baik itu pendatang baru, ataupun pemain lama. Selama kita mempunyai concern yang sama untuk membangun ini, pintu saya akan selalu terbuka untuk mereka. Ada baiknya hubungan ini kita pererat melalui gelas-gelas kopi dan obrolan yang lebih santai, jangan sungkan untuk datang, saya tunggu” tambahnya, mengenai bagaimana hubungan yang terjalin antar pecinta cupang hias.
Dan ini juga yang menjadi dasar bagi BMII untuk membentuk tim “Cakar Garuda Nusantara” dengan tujuan akan selalu membawa nama Indonesia dalam setiap ajang kontes internasional ke depannya. Sebuah mimpi yang tidak dapat dibangun tanpa dukungan dan peran serta setiap insan pecinta ekor mahkota di negeri ini.
“Setidaknya kita sudah meletakkan dasar kuat untuk ini, kedekatan personal antar komunitas tanpa memandang perbedaan status sosial dan usia. Dan BMII sendiri mencoba meletakkan pondasi tersebut dalam bentuk Standarisasi Kontes Cupang Hias BMII sebagai bentuk jerih payah yang mulai dibangun sejak 2 tahun lalu bersama teman-teman di Bandung” ujar Harry, ketua BMII periode 2009-2011, dalam salah satu topik sambutannya, sebelum membagikan tumpeng kepada perwakilan dari pemerintah kota Jakarta Barat. Tumpeng yang sama yang dinikmati oleh sebagian besar pecinta cupang yang hadir.
"Pembenahan akan terus dilakukan sebagai pertanda, bahwa kita memang sedang berkembang untuk maju. dan kita berharap ini bisa dilakukan secara terbuka melihat animo dan masukkan dari teman-teman baik di daerah melalui korwilnya, ataupun teman-teman yang concern di sekitaran Jabodetabek" jelas Harry tentang cita-cita mengembangkan Ikan Cupang Hias melalui sistem yang terbuka dan indipenden
Terlepas dari insiden-insiden yang mengganggu jalannya kontes pada hari itu, mulai dari molornya pelaksanaan sampai intervensi dan protes peserta atas kinerja yang dilakukan oleh tim juri. Yang harus diingat bersama adalah, bahwa kontes kemarin bukan akhir dari perjuangan untuk terus meningkatkan kejayaan ikan cupang hias, namun lebih menjadi sebuah landasan bagi jalan yang ingin di bangun bersama oleh setiap lapisan komunitas dan individu pecinta ikan cupang hias di Indonesia. Semoga
Ayo, gulirkan terus semangat ini dari tingkatan daerah, nasional sampai interanasional.
Knowledge is not mine and never be mine, it belongs to everyone who had will to have and spread it
Lihat saja beberapa gejala yang terjadi, mulai dari menghilangnya beberapa jenis ikan SQ di pasaran. Maraknya penjualan ikan dan meningkatnya permintaan akan ikan-ikan cupang hias baik di tingkatan breeder, penjual, sampai pemain ikan. Satu kejadian unik dirasakan sendiri oleh penulis yang harus bangun, hanya untuk membalas sms dari beberapa pecinta cupang yang menanyakan tentang stok ikan cupang hias di rumah. Ujung-ujungnya, penulis harus mengecewakan pecinta ikan cupang tersebut, karena satu dan lain hal. Pertama, “there is no such things as a good fish” dimiliki oleh penulis, bilapun ada, ikan-ikan tersebut sudah melewati masa keemasan mereka dan memulai tugas mereka untuk mengasuh calon-calon juara masa depan. Tapi ini tidak juga menghentikan langkah mereka untuk mendapatkan cupang hias kualitas kontes.
“kalo emang yang lagi jagain anak masih bagus, berapa harganya? Kalo perlu angkat aja ama burayak2nya” begitu sekelumit bunyi sms yang pernah diterima penulis jam 12 malam.
Ini juga yang menimbulkan “sense of curiousity” penulis untuk terlibat langsung di dalam perhelatan akbar tersebut. Seademikian tinggi-kah animo yang sudah terbangun di kalangan para pecinta ikan hias yang notabene, penyebaran mayoritasnya ada di bumi pertiwi ini?
Bring Indonesia’s Crowntail Dignity Back to Slipi
Slipi, adalah awal segalanya, dan Kontes Ulang Tahun BMII adalah upaya untuk membangkitkan lagi semangat nasionalisme dalam tubuh setiap pecinta ikan hias ini. Terutama untuk crowntail, yang memiliki nilai historis tersendiri bagi pecinta cupang hias di Indonesia.
Mari kita simak sejenak kutipan yang diambil dari tulisan wong londo, pada sebuah situs ikan cupang.
“The last 5-10 years another type of tail was developed. An Indonesian breeder, Ahmad Yusuf, developed the crowntail. Here the rays extended to outside the edges of the fin. This is why the fins get a "comb-like"appearance (is also called the combtail treat).” (van Esch, 2004)
Ini menjadi pertanda bagaimana crowntail jerih payah keringat Indonesia begitu dihargai dimata dunia Internasional. Dan Slipi mempunyai daya magis untuk mewujudkan hal tersebut.
Dan benar saja, walaupun memang dalam tiap kontes suasana kekeluargaan yang tak pandang status sosial, kelas umur selalu dapat ditemui. Kontes slipi mempunyai daya magis tersendiri. Ada sosok Ahmadi (KOBAPI), Martin (Mantan Ketum InBS), Hermanus Haryanto (Ketua BCI) dan beberapa sesepuh lain juga sempat hadir dan berbagi pengalaman serta pengetahuan mereka. Tak terhitung juga jumlah breeder dan pecinta ikan cupang hias yang hadir dan meramaikan pada hari itu.
Ini juga yang memotivasi beberapa pecinta cupang hias Indonesia untuk membuktikan sumbangsihnya bagi kemajuan cupang hias indonesia. “Apapun saya lakukan untuk memajukan dunia ikan cupang hias indonesia, gak peduli berapa ikan yang saya harus masukkan hari ini, sing penting bisa terus meramaikan, lah wong ulang tahun khan cum setahun sekali!” tukas Hendra (atau dikenal dengan nama Hendra Satelit), pria asal Surabaya yang tak segan berdiskusi dan bercanda dengan para pecinta cupang hias lainnya. Total lebih dari 100 ikan yang beliau masukkan menjadi peserta kontes, atau kira 12,5% dari 816 ikan yang tercatat di meja panitia. Sebuah rekor fantastis, terbilang sejak pelaksanaan kontes di Lapangan Banteng lebih dari 2 tahun lalu. Yang membedakan, 816 ikan yang bertanding, semua memang layak bersaing.
Saat Timur Kuasai Barat
Kawasan timur Sumatra (Pekanbaru, diwakili oleh Gerot Farm (289 poin) dan Betta Showroom (239 poin) di peringkat 1 dan 2 Juara Umum-red) dan Jawa (Surabaya, diwakili oleh Hendra Satelit dengan 167 poin) menunjukkan kekuatannya dalam ajang kontes Slipi (Jakarta Barat) ini. Lihatlah bagaimana ketiga jajaran Juara ini begitu menguasai jalannya kontes. Hampir selalu ada ketiga nama tersebut dalam setiap pengumuman Juara di tiap kelasnya.
Dan ini juga yang harus kita lakukan untuk memperjelas supremasi dunia timur ke barat. Ini juga yang harus sama-sama kita buktikan sebagai orang timur untuk terus mengibarkan kejayaan serit di dunia barat. Ini juga yang menjadi perhatian dari para pecinta cupang di Indonesia, termasuk keinginan Hermanus Haryanto disalah satu topik pembicaraannya dengan penulis.
“Bagaimana caranya, kita harus mengembalikan lagi kejayaan tersebut. Terus terang, serit kita selalu diakui oleh teman-teman di luar negeri dalam setiap kesempatan kontes Internasional yang diadakan” jelas Hermanus, bercerita tentang pengalamannya bertanding di kontes ikan cupang hias Internasional. “Perjuangan saya juga tidak akan sampai kesana bila tidak mendapatkan dukungan dan restu dari teman-teman semua disini. Saya tidak pernah memandang, baik itu pendatang baru, ataupun pemain lama. Selama kita mempunyai concern yang sama untuk membangun ini, pintu saya akan selalu terbuka untuk mereka. Ada baiknya hubungan ini kita pererat melalui gelas-gelas kopi dan obrolan yang lebih santai, jangan sungkan untuk datang, saya tunggu” tambahnya, mengenai bagaimana hubungan yang terjalin antar pecinta cupang hias.
Dan ini juga yang menjadi dasar bagi BMII untuk membentuk tim “Cakar Garuda Nusantara” dengan tujuan akan selalu membawa nama Indonesia dalam setiap ajang kontes internasional ke depannya. Sebuah mimpi yang tidak dapat dibangun tanpa dukungan dan peran serta setiap insan pecinta ekor mahkota di negeri ini.
“Setidaknya kita sudah meletakkan dasar kuat untuk ini, kedekatan personal antar komunitas tanpa memandang perbedaan status sosial dan usia. Dan BMII sendiri mencoba meletakkan pondasi tersebut dalam bentuk Standarisasi Kontes Cupang Hias BMII sebagai bentuk jerih payah yang mulai dibangun sejak 2 tahun lalu bersama teman-teman di Bandung” ujar Harry, ketua BMII periode 2009-2011, dalam salah satu topik sambutannya, sebelum membagikan tumpeng kepada perwakilan dari pemerintah kota Jakarta Barat. Tumpeng yang sama yang dinikmati oleh sebagian besar pecinta cupang yang hadir.
"Pembenahan akan terus dilakukan sebagai pertanda, bahwa kita memang sedang berkembang untuk maju. dan kita berharap ini bisa dilakukan secara terbuka melihat animo dan masukkan dari teman-teman baik di daerah melalui korwilnya, ataupun teman-teman yang concern di sekitaran Jabodetabek" jelas Harry tentang cita-cita mengembangkan Ikan Cupang Hias melalui sistem yang terbuka dan indipenden
Terlepas dari insiden-insiden yang mengganggu jalannya kontes pada hari itu, mulai dari molornya pelaksanaan sampai intervensi dan protes peserta atas kinerja yang dilakukan oleh tim juri. Yang harus diingat bersama adalah, bahwa kontes kemarin bukan akhir dari perjuangan untuk terus meningkatkan kejayaan ikan cupang hias, namun lebih menjadi sebuah landasan bagi jalan yang ingin di bangun bersama oleh setiap lapisan komunitas dan individu pecinta ikan cupang hias di Indonesia. Semoga
Ayo, gulirkan terus semangat ini dari tingkatan daerah, nasional sampai interanasional.
Knowledge is not mine and never be mine, it belongs to everyone who had will to have and spread it
Labels:
Betta Agenda,
BMII,
Contest,
Sisi lain,
Slipi
Friday, May 7, 2010
Betta Klinik said: berkomunikasi dengan cupang.
Jika antar sesama manusia atau hewan darat lainnya dapat ber interaksi & berkomunikasi melalui percakapan, suara & isyarat, maka jika di ikan cupang pun sebenar nya ada juga namun yang perlu kita cermati ialah:
bahasa tubuh & prilaku nya, jika kita sangat memahami nya maka kita akan selalu tau apa - apa saja yang di inginkan oleh ikan cupang peliharaan kita tersebut,.
ada pun bahasa tubuh & prilaku ikan cupang yang harus kita pahami ialah:
A. jika ikan di saat sedang berada di tempat nya, seperti:
jantur, aquarium, toples, atau di tempat yang memang bisa di kategorikan luas bagi ikan cupang, lalu ia bergerak ke atas, bawah, kanan & kiri dengan berlari - lari sendiri tanpa ada nya lawan maupun ikan lainnya, maka ikan tersebut bisa jadi sedang merespon bayangan diri nya sendiri, sambil juga merelaksasikan otot - otot nya, sekaligus penjelajahan tempat wilayah ia ber ada.
psychology ikan: sangat sehat & riang gembira.
B. jika ikan senang diam di bawah dasar tempat ia ber ada lalu ia tidak menggerakan sirip ingsang nya benar - benar diam, namun semua sirip ekor nya melebar atau aga mekar & agak miring sedikit, maka ikan tersebut sedang tertidur (bobo).
psychology ikan: sangat sehat & tertidur pulas.
C. ketika ikan setiap sekat pembuka nya di buka (tayang kan) dengan lawan jantan selalu lari -larian, sambil terkadang meliuk - liuk, ingin membikin busa, dengan posisi ekor di bawah (semi kuda laut), & terjadi lebih dari 5 menit tidak galak - galak maka ikan tersebut di nyatakan soubu berat.
psychology ikan: sedang ingin kawin (birahi tinggi).
D. jika ikan sering loncat - loncat ke permukaan air tempat ia tinggal nya, maka sebaik nya tempat ikan tersebut jangan lah di tutup & biar kanlah dalam keadaan terbuka dengan jarak renggang sekat yang agak jauh dengan lawan atau di taruh sendiri tanpa ada sesuatu di sekeliling nya maupun sekat penutup namun hal tersebut akan hilang sendirinya hanya kepanikan sesaat saja maka posisi air pun janganlah terlalu tinggi karena di khawatirkan ikan tersebut dapat loncat ke atas permukaan.
psychology ikan: ke panikan sesaat di tempat yang baru.
E. ikan selalu diam di atas (kuncup) jalan nya sempoyongan tidak stabil terkadang ikan suka menabrak nabrakan diri nya ke kaca aquarium, toples, tempat tinggal nya ia ber ada, seperti memoles - moles kencang maupun pelan.
psychology ikan: positif sedang merasakan sakit ada yang di rasa, karena adanya ke tidak nyamanan maka dengan cara memoles - moles tersebut ikan sedang menggaruk atau ingin mengeluar kan yang tidak enak di dalam badan (sisik) nya.
F. jika ikan suka meliuk - meliuk dengan menguncup kan badan nya lalu bergerak seperti ular, maka ikan tersebut sedang memasuki masa soubu nya.
psychology ikan: ikan baru masuk masa puber nya, pertambahan umur jika dalam waktu seminggu atau satu bulan ikan tersebut melakukan hal tersebut ber ulang - ulang sampai dua tiga kali sebaiknya ikan tersebut akan memasuki masa soubu berat dengan rentan masa yang panjang.
G. ikan selalu rajin bikin busa, ikan tersebut belum tentu soubu berat namun ikan tersebut sedang membuat sarang / busa yang menggumpal atau, wilayah kekuasaan nya (rumah) sebagai tanda bahwa ikan tersebut sudah cukup dewasa mampu mempertahan kan wilayah nya.
psychology ikan: sangat sehat, & type jantan seperti ini type jantan jika di kawinkan nanti nya akan siap mengasuh anak - anak nya.
H. jika ikan belum di beri pakan atau sedikit beraktifitas namun sering mengembang kempiskan labirin kedok nya seprti engap - ngappan dalam waktu jangka lebih dari satu minggu maka ikan tersebut mengalami positif gangguan pernapasan.
psychology ikan: sedang mengalami gangguan lendir pernafasan labirin.
I. ikan selalu mengambil nafas dengan cara menyentak - nyentak & dalam mengambil nafas bisa berkali - kali, & jika berjalan ikan selalu agak sedikit berat kebelakang sambil menyentak.
psychology ikan: ada nya gangguan (gejala) pencernaan (semi soucek) jika di lihat sisik nya belum positif mekar (bangun).
*demikian kurang lebih nya beberapa bahasa tubuh & prilaku pada ikan cupang yang harus kita sikapi dengan bijak, sehingga kita tidak menduga - duga dengan perkiraan yang keliru lagi, semoga catatan klinik kali ini dapat membantu untuk kedepannya bagaimana kita harus tetap memahami apa yang sedang di rasakan oleh ikan cupang kesayangan kita serta solusi nya untuk menghadapi pelbagai kasus serius lainnya.
terima kasih salam klinik & sukses, BERKOMUNIKASI DENGAN CUPANG.
source: http://www.facebook.com/notes/betta-klinik/berkomunikasi-dengan-cupang/416202471702
Knowledge is not mine and never be mine, it belongs to everyone who had will to have and spread it
bahasa tubuh & prilaku nya, jika kita sangat memahami nya maka kita akan selalu tau apa - apa saja yang di inginkan oleh ikan cupang peliharaan kita tersebut,.
ada pun bahasa tubuh & prilaku ikan cupang yang harus kita pahami ialah:
A. jika ikan di saat sedang berada di tempat nya, seperti:
jantur, aquarium, toples, atau di tempat yang memang bisa di kategorikan luas bagi ikan cupang, lalu ia bergerak ke atas, bawah, kanan & kiri dengan berlari - lari sendiri tanpa ada nya lawan maupun ikan lainnya, maka ikan tersebut bisa jadi sedang merespon bayangan diri nya sendiri, sambil juga merelaksasikan otot - otot nya, sekaligus penjelajahan tempat wilayah ia ber ada.
psychology ikan: sangat sehat & riang gembira.
B. jika ikan senang diam di bawah dasar tempat ia ber ada lalu ia tidak menggerakan sirip ingsang nya benar - benar diam, namun semua sirip ekor nya melebar atau aga mekar & agak miring sedikit, maka ikan tersebut sedang tertidur (bobo).
psychology ikan: sangat sehat & tertidur pulas.
C. ketika ikan setiap sekat pembuka nya di buka (tayang kan) dengan lawan jantan selalu lari -larian, sambil terkadang meliuk - liuk, ingin membikin busa, dengan posisi ekor di bawah (semi kuda laut), & terjadi lebih dari 5 menit tidak galak - galak maka ikan tersebut di nyatakan soubu berat.
psychology ikan: sedang ingin kawin (birahi tinggi).
D. jika ikan sering loncat - loncat ke permukaan air tempat ia tinggal nya, maka sebaik nya tempat ikan tersebut jangan lah di tutup & biar kanlah dalam keadaan terbuka dengan jarak renggang sekat yang agak jauh dengan lawan atau di taruh sendiri tanpa ada sesuatu di sekeliling nya maupun sekat penutup namun hal tersebut akan hilang sendirinya hanya kepanikan sesaat saja maka posisi air pun janganlah terlalu tinggi karena di khawatirkan ikan tersebut dapat loncat ke atas permukaan.
psychology ikan: ke panikan sesaat di tempat yang baru.
E. ikan selalu diam di atas (kuncup) jalan nya sempoyongan tidak stabil terkadang ikan suka menabrak nabrakan diri nya ke kaca aquarium, toples, tempat tinggal nya ia ber ada, seperti memoles - moles kencang maupun pelan.
psychology ikan: positif sedang merasakan sakit ada yang di rasa, karena adanya ke tidak nyamanan maka dengan cara memoles - moles tersebut ikan sedang menggaruk atau ingin mengeluar kan yang tidak enak di dalam badan (sisik) nya.
F. jika ikan suka meliuk - meliuk dengan menguncup kan badan nya lalu bergerak seperti ular, maka ikan tersebut sedang memasuki masa soubu nya.
psychology ikan: ikan baru masuk masa puber nya, pertambahan umur jika dalam waktu seminggu atau satu bulan ikan tersebut melakukan hal tersebut ber ulang - ulang sampai dua tiga kali sebaiknya ikan tersebut akan memasuki masa soubu berat dengan rentan masa yang panjang.
G. ikan selalu rajin bikin busa, ikan tersebut belum tentu soubu berat namun ikan tersebut sedang membuat sarang / busa yang menggumpal atau, wilayah kekuasaan nya (rumah) sebagai tanda bahwa ikan tersebut sudah cukup dewasa mampu mempertahan kan wilayah nya.
psychology ikan: sangat sehat, & type jantan seperti ini type jantan jika di kawinkan nanti nya akan siap mengasuh anak - anak nya.
H. jika ikan belum di beri pakan atau sedikit beraktifitas namun sering mengembang kempiskan labirin kedok nya seprti engap - ngappan dalam waktu jangka lebih dari satu minggu maka ikan tersebut mengalami positif gangguan pernapasan.
psychology ikan: sedang mengalami gangguan lendir pernafasan labirin.
I. ikan selalu mengambil nafas dengan cara menyentak - nyentak & dalam mengambil nafas bisa berkali - kali, & jika berjalan ikan selalu agak sedikit berat kebelakang sambil menyentak.
psychology ikan: ada nya gangguan (gejala) pencernaan (semi soucek) jika di lihat sisik nya belum positif mekar (bangun).
*demikian kurang lebih nya beberapa bahasa tubuh & prilaku pada ikan cupang yang harus kita sikapi dengan bijak, sehingga kita tidak menduga - duga dengan perkiraan yang keliru lagi, semoga catatan klinik kali ini dapat membantu untuk kedepannya bagaimana kita harus tetap memahami apa yang sedang di rasakan oleh ikan cupang kesayangan kita serta solusi nya untuk menghadapi pelbagai kasus serius lainnya.
terima kasih salam klinik & sukses, BERKOMUNIKASI DENGAN CUPANG.
source: http://www.facebook.com/notes/betta-klinik/berkomunikasi-dengan-cupang/416202471702
Knowledge is not mine and never be mine, it belongs to everyone who had will to have and spread it
Labels:
Betta splendens,
Knowledge,
the Inspritation
Subscribe to:
Posts (Atom)
